Monyet Ekor Panjang Acak-acak Warung di Tangerang, Warga Lapor Damkar

Petugas Damkar Kota Tangerang Berupaya Mengevakuasi Monyet yang Lepas. (WAH)
Selasa, 23 September 2025, 17:14 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Seekor monyet ekor panjang mengacak acak sebuah warung sembako dan juga meneror warga di RW 01, Panunggangan Barat, Kota Tangerang, Selasa (23/9) Monyet itu diduga peliharaan salah seorang warga setempat yang terlepas.

Ketua RW 01, Kelurahan Panunggangan Barat, Endang Badarudin menuturkan monyet lepas dari ikatannya sejak semalam ketika terjadi hujan deras disertai kilatan petir, diduga karena panik lalu berontak.

Keberadaan monyet di lingkungannya yang masih dikelilingi areal perkebunan berawal dari kemunculan monyet secara tiba tiba lantas ditangkap salah seorang warga lalu dipelihara dengan cara diikatkan rantai pada pohon. 

Baca juga : Hari Pramuka, Sachrudin Dapat Tanda Penghargaan Lencana Melati Dari Buwas

Dan saat kejadian lepasnya monyet, pemilik tengah pulang kampung.

Monyet yang lepas itu berpindah dari satu pohon ke pohon lain, hingga akhirnya masuk ke sebuah warung sembako karena diduga kelaparan.

"Sempat menyerang warga yang melintas. Itukan kejadian dari semalem dan pada hari ini. Alhamdulillah saat ini sudah bisa diatasi ditangani saya ucapkan terima kasih sama tim yang sudah ngebantu warga kami," sambungnya.

Baca juga : Pabrik Oli Palsu Marak Beroperasi di Kota Tangerang, Warga Resah!

Petugas UPT Damkar Cibodas berupaya menangkap sang hewan dengan menggunakan alat bantu, namun kerap kesulitan karena monyet kerap menghindar dari sergapan. Bahkan beberapa kali menyerang.

Setelah berjuang selama kurang lebih 30 menit monyet itu dapat ditangkap usai dipancing dengan makanan.

Selanjutnya monyet dimasukan ke dalam kandang untuk dievakusi ke kantor UPT Damkar Cibodas.

Baca juga : Menteri BKKBN: Angka Stunting di Kota Tangerang Turun

Kepala UPT Damkar Cibodas, Syahri mengatakan memberi kesempatan kepada pemilik hewan untuk mengambil kembali hewan peliharaannya sepulangnya dari kampung halaman.

"Kalau pemiliknya tidak mengambil kita serahkan kepada Mako untuk diserahkan kepada BKSDA," pungkasnya. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal