15 Mata Kuliah, 13 Nilainya A

Irma ; Tukang Tambal Ban yang Raih IPK-nya 3,81

Selasa, 19 Nopember 2019, 22:26 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ini kisah perempuan penambal ban asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, bernama Irma Tri Resmiawati (23). Sudah dua tahun Irma menggeluti profesi itu. Meski punya profesi tukang tambal ban, Irma juga terus memperjuangkan cita-citanya. Dia pingin bekerja di kapal pesiar. Dan, cita-citanya itu bisa saja terwujud setelah Irma dinyatakan lulus kuliah dengan IPK tinggi.


Irma sendiri lulus sekolah juga dengan hasil sangat baik. Dia mendapat nilai ujian nasional (UN) terbaik di SMK Ma'arif Cicalengka, Bandung pada 2013 lalu. Dia mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). 

Baca juga : Selesai Cerai, Warga Cirebon Akan Terima Akta Cerai, E-KTP dan E-KK

Sebelum menjadi tukang tambal ban, Irma sempat bekerja sebagai guru les Bahasa Inggris dan matematika bagi anak-anak sekolah dasar. Dari hasil menambal ban, dia kumpulkan uang dan akhirnya bisa kuliah. Dan baru saja Irma menyelesaikan kuliah Diploma 1 di Akademi Pariwisata Nasional Indonesia (Akparindo) Bandung dengan hasil sangat memuaskan. Perempuan berusia 24 tahun tersebut memperoleh nilai akhir yang hampir sempurna.
"Alhamdulillah. Saya ambil D1 jurusan Perhotelan jadi hanya satu tahun. Tapi cukup berkesan," ujar Irma.

Irma menyelesaikan kuliah dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang hampir sempurna, yakni 3,81. Bahkan, sebagian besar mata kuliah yang diambil mendapat nilai baik. "Alhamdulillah dari 15 mata kuliah saya dapat 13 nilai A dan 2 nilai B," katanya.

Baca juga : Di Gunung Kidul, BAZNAS Resmikan Program Pemberdayaan Lebah Madu

Selepas lulus kuliah, Irma berniat untuk mewujudkan cita-citanya, yakni menjadi seorang pegawai di kapal pesiar. Irma bilang sudah ada salah satu perusahaan penyedia jasa kapal pesiar yang diincarnya.  "Kemarin sempat ikut marlin test (tes bahasa Inggris untuk pelaut) dan dapat nilai 94," ujar Irma.

Cita-citanya menjadi pelaut itu karena dirinya ingin mengelilingi dunia. Hal itu bukan tanpa alasan, Irma mengatakan cita-citanya itu akan ia gapai untuk membanggakan kedua orang tuanya. "Saya ingin banggakan kedua orang tua saya. Biar tidak dipandang rendah. Saya ingin menunjukkan jika anak tukang tambal ban bisa menggapai cita-citanya," ucap Irma.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal