LampuHijau.co.id - Polsek Pagaden Polres Subang mengajak masyarakat Kecamatan Pagaden, Pagaden Barat dan Cipunagara menanam jagung hibrida. Selain untuk ketahanan pangan, juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kapolsek Pagaden Polres Subang AKP Ikin Sodikin, S.H mengatakan menanam jagung hibrida bisa menjadi salah satu solusi dalam rangka untuk ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat.
"Jagung hibrida memiliki beberapa kegunaan utama, yaitu sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk menanam jagung hibrida," ucapnya.
Baca juga : Upacara HUT RI, Kapolsek Sagalaherang Polres Subang Bacakan Teks UUD 1945
Keunggulan jagung hibrida dibandingkan dengan jagung biasa terletak pada produktivitas yang lebih tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta pertumbuhan yang lebih seragam.
"Masyarakat tidak perlu ragu untuk tanam jagung hibrida, karena Bulog siap menyerap atau menampung hasil panen jagung hibrida dari masyarakat," ucap mantan Kapolsek Cibogo Polres Subang tersebut.
Bulog menerima hasil panen jagung hibrida sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 5.500 per Kg dengan ketentuan kadar air maksimal 18-20%. Jagung harus bersih, tidak berjamur, dan dikemas dalam karung polos.
Baca juga : Bupati Subang Ajak Masyarakat Jadikan Museum Destinasi Edukasi
Untuk Polsek Pagaden Polres Subang dalam menanam jagung hibrida kerja sama dengan kelompok tani, masyarakat dan pemerintah desa (pemdes) yang ada di wilayah hukum Polsek Pagaden Polres Subang.
"Lahan yang sudah ditanami jagung hibrida sementara ini mencapai 30,5 hektar yang tersebar di 29 desa wilayah hukum Polsek Pagaden Polres Subang," ucap mantan Kapolsek Cisalak Polres Subang tersebut.
Penanaman jagung hibrida dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya menjaga ketahanan pangan. (MGN)