Bupati Subang Minta BBWS Citarum Normalisasi Saluran Sekunder

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kekeringan di Wilayah Pantura Subang di Aula Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Selasa (12/08/2025). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Selasa, 12 Agustus 2025, 18:10 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menormalisasi saluran sekunder agar pesawahan di wilayah Pantura Subang tidak mengalami kekeringan.

Hal ini disampaikan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kekeringan di Wilayah Pantura Subang di Aula Kecamatan Pusakanagara, Selasa (12/08/2025).

“Kami sangat memohon kepada Kepala BBWS Citarum agar segera dilakukan normalisasi pada saluran sekunder yang menjadi titik hambatan air," ucap Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang.

Baca juga : Anggota DPRD Subang Eni Garyani Serap Aspirasi Warga Kelurahan Dangdeur

Menurut Kang Rey, permasalahan ini salah satunya disebabkan oleh pendangkalan di saluran sekunder yang mengakibatkan aliran air ke persawahan terhambat, sehingga akan berpotensi terjadinya gagal panen padi.

Padahal, kata Kang Rey, Kabupaten Subang merupakan lumbung padi nasional. Banyak daerah yang menggantungkan pasokan pangan pada Kabupaten Subang, sehingga penanganan tersebut perlu cepat.

Kekeringan melanda pada 1.843 hektare areal persawahan dan mengancam produksi pangan serta kesejahteraan petani di Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Pamanukan, Compreng dan Legonkulon.

Baca juga : Bupati Subang Apresiasi Polisi Bongkar TPPO

“Saya pun mohon kepada PJT II untuk menjadwalkan kembali masa tanam di wilayah persawahan, sehingga kekurangan air pada masa panen tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Kang Rey.

Ia menekankan pentingnya menggabungkan perbaikan infrastruktur dengan manajemen tanam yang tepat. Ketika sungainya sudah dinormalisasi dan sistem sudah diperbaiki, maka harus disesuaikan jadwal tanamnya.

"Jika musim tanamnya tidak disesuaikan maka permasalahan ini akan terulang. Jangan sampai ada kecamatan yang dikorbankan. Maka lakukanlah jadwal tanam yang baik,” pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal