Perempuan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Desa Gunungsari Subang Bukan Korban Penganiayaan Tapi Diduga Tenggelam karena Epilepsi

Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, S.H bersama Kepala Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Vovi Fathul Hidayat dan keluarga Neng Ratih memperlihatkan surat hasil otopsi dan penyataan keiklasan kematian Neng Ratih di Mapolsek Pagaden, Senin (30/06/2025). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Senin, 30 Juni 2025, 21:02 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Perempuan ditemukan tewas di saluran irigasi Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Minggu, 29 Juni 2025 pagi, dipastikan tidak mengalami penganiayaan, tapi kuat dugaan karena tenggelam.

Kepastian ini setelah dokter dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Indramayu melakukan otopsi terhadap mayat perempuan diketahui bernama Neng Ratih Anggraeni (27), warga Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu melalui Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, S.H mengatakan sesuai arahan pimpinan, Unit Reskrim Polsek Pagaden melakukan penyelidikan penemuan mayat Neng Ratih.

Penyelidikan tersebut untuk memastikan penyebab meninggalnya Neng Ratih. Mayat Neng Ratih pun diotopsi oleh dokter RS Bhayangkara Indramayu. Hasilnya Neng Ratih meninggal karena diduga tenggelam, dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Baca juga : Mayat Perempuan Ditemukan di Saluran Irigasi Desa Gunungsari Subang

"Hasil otopsi terdapat tanda-tanda tersumbatnya saluran pernapasan oleh air berpasir yang dapat menyebabkan mati lemas ditandai bintik pendarahan di paru-paru serta terdapat busa halus di saluran pernapasan dan pada pemijatan paru," ucapnya.

Untuk luka pada kepala dan tubuh Neng Ratih ada sejak masih hidup dibuktikan dengan video dan foto yang diterima pihak kepolisian. Neng Ratih saat hidup sempat tinggal di Kasomalang sebelum akhirnya diantarkan ke rumah orang tuanya di Cirebon.

Neng Ratih tidak betah lalu kabur dari rumah dan ditemukan linglung oleh warga di Cirebon lalu dititipkan ke travel menuju Subang. Neng Ratih diturunkan di Gerbang Tol Cilameri Subang, dan ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi pada Minggu pagi.

"Dari keterangan pihak keluarga, Neng Ratih kondisinya tidak stabil serta memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. Kemungkinan yang bersangkutan hendak buang hajat sehingga terjatuh, dan pakaiannya kemungkinan terlepas," ucapnya.

Baca juga : Bank DKI Distribusikan 7.000 Kg Beras dan Paket Sembako untuk Korban Banjir Kota Bekasi

Sementara itu, Kepala Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Vovi Fathul Hidayat mewakili keluarga dan pemerintah desa menyampaikan terima kasih atas respons cepat dari Polsek Pagaden Polres Subang terkait warganya.

"Pihak keluarga menerima penuh keiklasan meninggalnya Neng Ratih, apalagi diperkuat dengan penyelidikan dan hasil otopsi, karena memang murni kecelakaan. Korban (Neng Ratih) mengalami kelainan jiwa dan punya penyakit epilepsi," ucapnya.

Maka dari itu, pihak keluarga memutuskan masalah tersebut sudah selesai, sehingga tidak perlu diperpanjang lagi. "Semua sudah selesai, pihak keluarga sudah iklas, sehingga pihak keluarga memohon tidak diperpanjang, karena murni kecelakaan," ucapnya.

Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu dan Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin serta jajarannya yang telah menangani perkara tersebut dengan sebaik-baiknya.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas di Gunung Sahari Dipastikan Bukan Korban Penganiayaan

"Kami mewakili keluarga dan Pemerintah Desa Sindangsari sangat berterima kasih kepada bapak Kapolres Subang, bapak Kapolsek Pagaden dan jajarannya atas bantuannya. Semoga Allah SWT memberikan balasannya," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal