Subang Ngabret Nyaah Ka Indung, Dinkes Kembali Beri Bantuan kepada 10 Lansia

Kadinkes Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.H.Kes bersama Tim Dinkes Subang kembali beri bantuan kepada lansia bagian dari program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (26/06/2025). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Kamis, 26 Juni 2025, 11:49 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang kembali memberikan bantuan uang tunai dan sembako kepada 10 lanjut usia (lansia) yang berada di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (26/06/2025).

Aksi sosial yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.H.Kes merupakan bagian dari pelaksanaan program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung.

Program tersebut merupakan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar lansia, serta menguatkan nilai-nilai budaya Sunda dalam bentuk kasih sayang dan perhatian terhadap kaum lansia.

Baca juga : Kadinkes Subang Apresiasi PT BKJL Beri Bantuan kepada Penderita Tumor Mata

Menurut dr Maxi, S.H, M.H.Kes, pada program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung, Dinkes Subang memegang satu indung asuh setiap desa pada 10 desa di Kecamatan Pagaden, sehingga total ibu asuhnya 10 orang.

Untuk 10 orang tersebut didistribusi secara merata mulai dari kadis satu orang, sekdis satu orang, empat kabid masing-masing satu orang, kepala UPTD Farmasi, kepala Labkesda serta dua kepala seksi (kasi).

"Bantuan sudah ditentukan nominalnya sebesar Rp200 ribu per orang untuk indung asuh. Uang dari pribadi masing-masing itu disetor ke Baznas. Baznas akan kembalikan bentuknya amplop dan sembako," ucapnya.

Baca juga : Peduli Warga Subang, PT BKJL Berikan Bantuan kepada Penderita Tumor Mata

Amplop dan sembako tersebut kemudian diserahkan kepada tiap indung asuh. Aksi sosial tersebut diberikan setiap bulan selama kurang lebih lima tahun kepemimpinan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita.

Tak hanya itu, selama program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung, yang dibantu dan membantu harus saling kenal, serta setiap orang yang membantu untuk memperhatikan kondisi kesehatan indung asuhnya.

"Kita harus usahakan indung asuh yang sakit diobati hingga sembuh. Makanya, ibu asuh yang tidak punya BPJS Kesehatan, akan diberkan kartu KIS yang iurannya dibayar pemerintah daerah," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal