LampuHijau.co.id - armada anyar Aksi Cepat Tanggap tancap gas meluaskan manfaatnya guna membantu sesama. Usai peluncuran perdana di Cibarusah, Kabupaten Bekasi pada Rabu (30/10/2019) kemarin, Water Truck 2.0 kini beraksi di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (2/11/2019).
Diketahui, Kecamatan Pontang sebagai salah satu wilayah dengan dampak kekeringan terparah pada musim panas tahun ini. Tak hanya lahan pertanian yang tampak mengering, salurah irigasi juga tak ada airnya, hanya dipenuhi sampah.
Baca juga : Water Truck 2.0, Lebih dari Sekadar Mobil Tangki Air Biasa
Di kawasan ini memang sulit menemukan air tawar, lantaran berada di pesisir utara laut Jawa. Warga pun hanya mengandalkan air dari perusahaan air minum atau bahkan air irigasi yang keruh. Terutama di Desa Domas dan Wanayasa.
Dikabarkan news.act.id, guna mendapat air bersih, warga harus mengeluarkan uang Rp2 ribu untuk tiap jeriken kecil air. Per harinya, setiap kepala keluarga setidaknya merogoh kocek hingga Rp20 ribu. Padahal, dengan minimnya air perekonomian mereka terganggu, lantaran usaha para warga mengandalkan hasil pertanian dan tambak ikan.
Baca juga : Warga Cibarusah Sangat Butuh Air Bersih
Pada Sabtu (2/11) kemarin, ACT berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Serang mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Domas dan Wanayasa. Berbagi tugas, Water Truck 2.0 ACT berkapasitas 20 ribu liter air mengirim air bersih ke Desa Domas. Sementara, truk tanki BPBD mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Wanayasa. Hingga Minggu (3/11/2019), ACT terus berupaya mendistribusikan air bersih kepada warga di Kecamatan Pontang.
"Di Kabupaten Serang, wilayah Pontang ini yang terparah kekeringan. Memang di sini tiap tahun kekeringan karena sumur warga tidak bisa digunakan akibat rasanya asin,” jelas Siti Komariah dari BPBD Kabupaten Serang, Sabtu (2/11/2019). (YUD)