LampuHijau.co.id - Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H kembali memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat tertimpa longsor tambang galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (01/06/2025) siang.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolresta beserta rombongan mendatangi kediaman empat keluarga korban yang merupakan buruh pemecah batu dan tinggal di wilayah Kecamatan Dukupuntang dan Palimanan.
Adapun keluarga korban yang dikunjungi di antaranya Almarhum Sukhendra (51 tahun), warga Blok 2 Wanggung Wangi, Desa Girinata, meninggalkan istri bernama Rositi dan satu orang anak.
Baca juga : Polresta Cirebon Tetapkan 2 Tersangka Longsor Maut Tambang Gunung Kuda
Almarhum Sunadi (31 tahun), warga Blok 2 Wanggung Wangi, Desa Girinata, meninggalkan istri Tati Suhartini dan dua orang anak.
Almarhum Toni (43 tahun), warga Blok 2 Wanggung Wangi, Desa Girinata, meninggalkan istri Ernawati dan tiga orang anak.
Almarhum Suparta (38 tahun), warga Blok Maridem, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, meninggalkan istri Triana dan dua orang anak.
Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menyerahkan langsung bantuan berupa paket sembako dan santunan dari Kapolda Jawa Barat serta Polresta Cirebon, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril maupun materil kepada keluarga korban.
"Ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada keluarga korban bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, serta menjadi bagian dari pelayanan humanis yang terus kami gaungkan," ujar Kombes Pol. Sumarni.
Tak hanya menyerahkan bantuan kepada keluarga korban, Kapolresta juga menyempatkan diri untuk menyapa warga sekitar.
Baca juga : Kapolresta Cirebon Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda
Ia membagikan makanan sehat seperti biskuit, susu, dan buah kepada anak-anak yang dijumpai di sepanjang jalan kawasan tersebut, sebagai wujud kehadiran Polri yang peduli dan hadir di tengah masyarakat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga dan pihak keluarga korban yang merasa terbantu secara moril maupun materiil dalam menghadapi masa sulit pascabencana. (MGN)