LampuHijau.co.id - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H kunjungi lokasi bencana alam longsor Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/5/2025).
Dalam keterangannya, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Gunung Kuda Cirebon.
Baca juga : Masyarakat Diimbau tidak Masuki Area Dipasang Police Line di Gunung Kuda Cirebon
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Polda Jawa Barat turut berduka cita atas bencana longsor yang menimpa warga Desa Cipanas. Hingga saat ini, tercatat 14 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan kepada keluarga melalui proses DVI,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan sebanyak 7 korban luka-luka telah kembali ke rumah dan menjalani perawatan jalan, termasuk salah satu korban bernama Aji Setiawan yang sebelumnya menjalani amputasi kaki dan kini dalam kondisi stabil setelah dirawat di RS Plumbon.
Baca juga : Kapolda Jabar Jenguk Korban Longsor Gunung Kuda di RS Mitra Plumbon Cirebon
Kapolda juga menegaskan komitmen penegakan hukum terkait peristiwa ini. “Kami akan menyelidiki penyebab bencana secara menyeluruh. Dari hasil awal ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap standar keselamatan dan SOP operasional. Proses hukum telah berjalan dari penyelidikan ke penyidikan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya law enforcement sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi keselamatan warga.
Baca juga : Anggota DPR RI Maman Imanulhaq Dukung Penutupan Tambang Gunung Kuda Cirebon
“Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar hukum. Penegakan hukum harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kami ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, demi keadilan bagi para korban dan keluarga mereka,” ujarnya.
Kapolda Jawa Barat juga menambahkan bahwa dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang belum ditemukan. (MGN)