LampuHijau.co.id - Tambang Galian C Gunung Kuda di wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, longsor pada Jumat (30/5/2025) siang. Tim gabungan terus kerja keras melakukan evakuasi korban dari lokasi.
Longsornya tambang galian C di Gunung Kuda sudah diketahui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang menimpa pekerja.
"Untuk itu pertama, saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya warga Jawa Barat di penambangan tersebut," ucap KDM.
Baca juga : Dalam Kurun 14 Jam, Polresta Cirebon Ringkus 3 Pengedar Sabu di Losari dan Talun
Kata KDM, korban tentunya warga itu sedang bekerja, memenuhi kebutuhan keluarganya walaupun pekerjaannya diancam bahaya, dan ini sebenarnya menjadi tanggung jawab bagi pengelola tambang tersebut.
"Dan semoga keluarganya diberikan ketabahan, dan yang meninggal diterima Iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang mulia, di Sisi Allah subhanahu wa ta'ala," sambungnya.
KDM pun langsung memerintahkan Kepala ESDM Jabar untuk datang ke lokasi kejadian, sekaligus memberi perintah supaya tambang itu ditutup untuk selamanya.
Baca juga : Waktu Jadi Kapolres Cirebon Kota, Adi Vivid Gagalkan Aksi Terorisme Terhadap Jokowi
"Dari sisi aspek kebijakan, saya sudah memerintahkan Kepala ESDM dan seluruh jajaran hari ini sudah berada di lokasi untuk mengambil tindakan tegas perusahaan itu ditutup untuk selamanya," ucap KDM.
Pihaknya berharap kejadian tersebut jadi pelajaran. "Semoga ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa berusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja," ucap KDM.
Kata KDM, untuk keselamatan para pekerja merupakan tanggung jawab dari pengusaha, dan kalian harus memperhatikan aspek-aspek dampak yang akan timbulkan bagi lingkungannya.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menyampaikan saat ini tim gabungan sedang bekerja, untuk melakukan evakuasi korban longsor. Korban yang ditemukan selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Tim gabungan yang datang ke lokasi melakukan evakuasi terhadap 12 orang ke rumah sakit terdekat. Untuk sementara korban meninggal dunia delapan orang. Pencarian korban terus dilakukan di titik longsor, tim dan alat berat sedang bekerja," pungkasnya. (MGN)