LampuHijau.co.id - Kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT) di dunia kemanusiaan sudah tak terbantahkan. Pengalaman 14 tahun berkarya, membuat lembaga kemanusiaan ini tak hanya dikenal di Indonesia. Lebih dari itu, juga hingga ke mancanegara, terutama negara yang dilanda bencana maupun konflik kemanusiaan seperti Palestina dan Afghanistan.
Selain bantuan relawan dan makanan siap santap, bantuan logistik dan kebutuhan pangan juga kerap kali dilayarkan ACT lewat Kapal Kemanusiaan, baik menuju pelosok negeri juga ke belahan dunia lainnya yang dilanda konflik. Sejumlah armadapun dimiliki ACT guna menunjang pengiriman bantuan. Sebut saja Humanity Food Van yang mengirimkan paket makanan siap santap ke pelosok, Humanity Food Truck alias dapur berjalan yang memasak dan menyediakan makanan siap santap.
Baca juga : Tingkatkan Kualitas Hidup, BAZNAS Ajak Masyarakat Kurban Berdayakan Desa
Terbaru, ACT siap meluncurkan Rice Truck. Armada apa itu? Menurut Ketua Dewan Pembina Ahyudin, armada teranyar ini merupakan hal inovatif dalam upaya ACT membagikan beras kepada warga yang membutuhkan. Hadirnya Rice Truck, lanjutnya, juga dilatarbelakangi kiprah ACT yang kerap menunjang kebutuhan pangan masyarakat, terutama beras sebagai makanan pokok.
"Sebelumnya, caranya itu secara manual, mendistribusikan beras melalui karung-karung dari truk. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan satu model layanan pangan berupa beras yang lebih canggih, lebih mobile, lebih masif, lebih cepat. Maka lahirlah Rice Truck ini," ungkap Ahyudin, seperti dikutip news.act.id, Jumat (18/10/2019) kemarin.
Baca juga : Ini 3 Permintaan Masyarakat Desa Pantai Bakti kepada Jokowi
Rice Truck yang dibuat selama sekitar dua bulan tersebut, dilengkapi total delapan dispenser di sisi kanan dan kiri badan truk. Dispenser tersebut akan mengeluarkan beras secara otomatis jika ditempelkan dengan kartu Pengenal Radio Elektronik (RFID) yang dinamakan Wakaf Humanity Card. Sementara, penerima manfaat tinggal menampung berasnya.
Dan untuk pertama kalinya, mendistribusikan beras untuk masyarakat paling membutuhkan ini dioperasikan di kantor Telehouse Engineering, karoseri yang memproduksi Rice Truck, di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 200 warga menerima beras masing-masing 5 liter dari truk yang bisa mengangkut 10 ton beras ini. Nantinya, sebanyak 2.000 keluarga ditargetkan mendapat beras gratis dari Rice Truck tersebut.
Baca juga : Penuhi Kebutuhan Masyarakat Selama Ramadhan, BI Cirebon Siapkan Rp8,2 Triliun
Danu Putra Nugraha dari Tim Pengadaan Rice Truck menjelaskan, nantinya akan dilakukan pendataan terlebih dahulu sebelum penerima manfaat mendapatkan kartu ini.
"Kita akan gunakan sistem yang bernama Beneficiaries System. Mereka akan kita data dulu, jadi benar-benar yang membutuhkan. Baru akan kita berikan kartu ini sebagai akses untuk mengambil beras di Rice Truck itu," ujarnya. (YUD)