Pengungsi Balita di Maluku Tengah Alami Demam, ACT Gelar Layanan Kesehatan

Minggu, 13 Oktober 2019, 16:13 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Balita dan anak-anak memiliki kondisi paling rentan dibanding orang dewasa. Sistem kesehatan mereka mudah diserang berbagai penyakit. Apalagi, mereka yang tinggal di pengungsian.

Ini juga yang diderita sejumlah anak-anak dan balita para pengungsi bencana gempa bumi di Maluki Tengah. Sebagian besar dari mereka menderita alergi, bisul, dan demam tinggi. Penyebabnya, selain faktor cuaca yang memang panas, makanan dan air yang dikonsumsi pengungsi juga menjadi indikator penyebab lainnya. Hal ini diungkapkan Koordinator Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dr. Rizal Alimin, seperti dilaporkan news.act.id, Minggu (13/10/2019).

Baca juga : Pengacara Rudi Kabunang Dampingi Ketua DPP Partai Golkar Junaedi Elvis

Pengungsi bernama Naima Latupau (21), ibunda dari Sri Dewi Tawainatu (6 bulan), mengaku anaknya sudah panas tinggi sejak dua minggu. Meski sudah sempat dibawa ke puskesmas, sayangnya panas anaknya kerap kambuh. Sabtu (12/10) siang kemarin, ia memeriksakan kondisi anaknya ke Tim Medis ACT yang tengah menggelar layanan kesehatan di Desa Morela, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Lanjutnya, putrinya demam sejak hari pertama mereka mengungsi dari gempa M6,5 pada Kamis (26/9) lalu. Cuaca panas dan hujan memengaruhi kondisi kesehatan anaknya yang kerap berada di dalam tenda pengungsian.

Baca juga : 29 KK Warga Penghuni Bantaran Kali Krukut di Karet Tengsin Direlokasi, Sisanya Nyusul

Menurut dr. Rizal Alimin, alergi dan gatal-gatal disebabkan oleh cuaca serta makanan dan air yang dikonsumsi pengungsi. "Ada anak yang alergi dengan telur, lalu gatal-gatal dan bisul. Dua pekan mengungsi mereka sering makan telur dan mi instan, jadi kena alergi. Ada juga yang gatal-gatal atau biang keringat karena panas dan kegerahan di dalam tenda. Yang pengungsi dewasa juga begitu," jelasnya.

Pada Sabtu (12/10) kemarin, lebih dari 200 pengungsi di Desa Morela memeriksakan kesehatan mereka, saat ada layanan kesehatan gratis dari ACT. Pengungsi umumnya menderita demam, alergi, darah tinggi, dan asam urat. Selain memeriksakan kesehatan, para pengungsi juga mengikuti penyuluhan kesehatan terkait cara mengatasi demam kesehatan. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal