Mau Ikutan Demo di Jakarta, Puluhan Pelajar di Tangerang Diamankan Petugas Polsek Jatiuwung

Jumat, 27 September 2019, 15:51 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Polisi di Kota Tangerang mengamankan puluhan pelajar SMP dan SMA, saat hendak berangkat ke Gedung DPR/MPR di Jakarta. Tak hanya kalangan pelajar, ada juga gelandangan yang turut dibawa pihak berwajib.

Para pelajar kebanyakan berasal dari Curug, Cisoka, Pasar Kemis, Jayanti, Kabupaten Tangerang ini tergolong nekat. Selain mereka tidak ada yang tahu jalan ke Jakarta, dan belum ada yang pernah menginjak Ibu Kota itu, mereka juga cekak.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring mengungkapkan, para pelajar ini datang ke DPR/MPR di Jakarta, mengaku karena disuruh oleh alumni setelah melihat postingan di media sosial. Selain itu, mereka pun tak tahu apa maksud dan tujuannya.

"Siswa yang sudah kita amankan ada 53 orang. Berasal dari siswa, di daerah Cisoka, Curug, Pasar Kemis, dan Jayanti. Para siswa banyak yang dari SMP dan SMK," kata Adit, di Polsek Jatiuwung, kemarin.

Baca juga : Ikut Demo di Gerbang Ancol, Wartawan Abal-abal di Giring Polisi

Dari total 53 orang yang diamankan, tujuh orang di antaranya gelandangan. Mereka anak-anak putus sekolah sejak SD dan yang paling kecil tidak pernah sekolah.

"Mereka mengetahui dari sosmed dan dari alumni yang sudah lulus sekolah. Jadi, para alumni sekolah ini yang mengajak adik-adiknya datang ke Jakarta. Para alumni ini juga banyak yang tak sekolah," jelasnya.

Setelah dilakukan pendataan, pihak polisi langsung menghubungi pihak sekolah dan orangtua siswa yang diamankan, untuk dijemput pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan, untuk tujuh orang gelandangan yang diamankan, akan diserahkan ke polsek wilayah. Mereka banyak yang tidak punya rumah, tidak punya orangtua, dan tinggal di pasar dengan pedagang, jadi kuli panggul.

Topik (13), salah seorang remaja paling kecil yang diamankan, mengatakan dirinya sudah tidak punya ibu dan ayah. Saat ini, dia tinggal menumpang para pedagang sayur.

Baca juga : Maju di Pilkades Cariu, Kader AMK Siap Tantang Petahana

"Dari kecil diasuh sama orang. Ikut jualan, saudara gak tau. Sehari-hari, saya bantuin ngangkutin sayuran di Pasar Sentiong. Niatnya tadi mau jalan-jalan, naik bak terbuka (pikap) berdua sama teman dari pasar," paparnya.

Saat di tengah perjalanan, Topik bertemu dengan rombongan pelajar SMP dan SMK dan diajak berangkat ke DPR/MPR. Karena tidak punya tujuan, dirinya pun mau saja. "Saya mah gak niat ke DPR, gak tau juga Jakarta di mana. Atuh kalu ke sana mah bisa gak tau pulang saya. Orang jalannya juga gak tau. Ada anak-anak itu, saya mah ikut saja. Berdua sama teman," paparnya.

Ridho Nugraha (15), siswa SMP Harapan Ibu School Permata Tangerang, mengatakan dia bersama sejumlah siswa sekolahnya memang ingin berangkat ke DPR/MPR. "Penasaran mau lihat demo. Belum pernah ke Jakarta. Ada teman yang tahu. Ke sana, disuruh alumni. Tadi ada alumni yang nyamperin ke sekolah. Alumni saya sudah gak sekolah, dia ke sekolah," ungkapnya.

Tiba-tiba saja Ridho dipanggil ibunya yang sudah berdiri di depan Mapolsek. Dengan wajah pucat, ibunda Ridho tampak kesal. Sementara aksinya diketahui, Ridho tampak malu, sembunyi di punggung temannya.

Baca juga : Angkutan Umum Jakarta Segera Diremajakan

Sementara, Surman Saputra, salah satu orangtua murid, mengaku berterima kasih dengan operasi petugas kepolisian dari Polsek Jatiuwung, Polrestro Tangerang ini. "Saya sangat berterima kasih kepada polisi, tidak bisa bayangkan jika anak saya ke sampai ke Jakarta. Identitas tidak punya. Makanya tadi pas sampai, saya marahi juga dia. Dia anak kedua saya," tambah Surman.

Dijelaskan dia, sehari-hari anaknya tidak ada kecenderungan politik tertentu. Dia hanya tidak bisa menolak saat diajak temannya. Dia pun tidak minta ongkos tambahan kalau mau pergi ke Jakarta. Ongkosnya Rp10 ribu.

"Gak ngomong apa-apa anaknya. Tadi pas mau berangkat, dia minta uang Rp10 ribu untuk ongkos sekolah. Setiap hari juga memang dikasihnya segitu," tukasnya. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal