LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang akan mengantisipasi matian dan kesakitan petugas pemilihan kepala daerah (pilkada) Subang dan masyarakat umum pada masa pencoblosan, Rabu, 27 November 2024.
Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, MH.Kes mengatakan dari data kajian Kementerian Kesehatan, selama Pemilu 2024, terdapat 115 petugas pemilu yang meninggal dunia dan 15.345 orang sakit.
"Penyabab kematian 35 persen karena penyakit kardovaskuler atau jantung, dan hipertensi emergency," ucap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Subang tersebut, Minggu (24/11/2024).
Baca juga : Masa Tenang Pilkada Subang, Ruhimat Pergi ke Sawah dan Kebun Serta Tidur di Saung
Selain itu, tambahnya, delapan persen diakibatkan kecelakaan, serta 46 persen angka kesakitan disebabkan penyakit pada organ pernafasan dan pencernaan.
Maka dari itu, Dinkes Subang berupaya untuk mencegah kematian dan kesakitan petugas Pilkada Subang dan masyarakat umum.
"Tiap bidan desa dan satu pendamping akan memantau ke setiap TPS yang ada di daerah tersebut. Puskesmas dan rumah sakit disiagakan 1x24 jam," ucapnya.
Baca juga : Sapa Warga Kasomalang, Cabup Subang Ruhimat Janji Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur
Dinkes Subang pun menyebar panduan bantuan hidup dasar atau pertolongan pertama untuk menyelamatkan individu bila mengalami situasi kegawatdaruratan.
"Bantuan hidup dasar untuk korban pingsan, henti jantung atau serangan jantung, luka bakar, keracunan makanan, tersedak, keseleo, dan cara membawa korban," ujarnya.
Dinkes Subang berharap Pilkada Subang berjalan aman, dan lancar tanpa adanya petugas maupun masyarakat mengalami kematian ataupun kesakitan. "Semoga semuanya sehat selalu," ujarnya. (MGN)