LampuHijau.co.id - Sejumlah warga Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, mendatangi lokasi proyek galian tanah merah, Sabtu (9/11/2024).
Mereka memprotes aktivitas galian yang tetap berjalan meskipun sehari sebelumnya telah disepakati penutupan proyek tersebut melalui audiensi bersama pihak terkait.
Aktivitas proyek galian tanah merah di Dusun Pungangan menuai penolakan keras dari warga sekitar. Sehari sebelum aksi protes berlangsung, warga, pihak pengelola galian, serta perwakilan pemerintah Dusun dan Desa telah menggelar audiensi untuk mencari solusi atas masalah ini.
Baca juga : Paslon Jimat-Aku Beri Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Sindanglaya Subang
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa proyek galian akan ditutup untuk menghormati keluhan warga terkait dampak negatif seperti polusi debu, kerusakan jalan, dan ancaman longsor. Namun, kesepakatan itu ternyata tidak dilaksanakan.
Warga yang mendapati proyek masih beroperasi merasa dikhianati dan memutuskan untuk mendatangi lokasi galian pada Senin pagi. Mereka membawa spanduk penolakan dan menuntut penghentian aktivitas galian secara langsung.
Mustain, salah satu warga Dusun Pungangan, menyatakan kekecewaannya atas sikap pihak pengelola yang dinilai tidak menghormati kesepakatan bersama.
Baca juga : Mimih Yoyoh: Jimat-Aku Bakal Hadirkan Layanan Home Care Bagi Warga Subang
“Kami sudah sepakat kemarin bahwa galian ini ditutup, tapi mereka masih tetap bekerja seperti tidak peduli. Kalau begini, kami tidak bisa tinggal diam,” ujar Mustain dengan nada geram.
Saat proses penutupan paksa oleh warga, situasi sempat memanas. Ketegangan terjadi ketika pihak pengelola proyek menunjukkan sikap merongos yang dianggap tidak menghormati kedatangan warga.
Proyek galian tanah merah akhirnya dihentikan setelah aksi protes warga. Warga Dusun Pungangan mendesak pemerintah Desa dan Kabupaten Subang untuk memastikan kesepakatan penutupan ini benar-benar dilaksanakan. Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat agar kasus serupa tidak terulang.***