LampuHijau.co.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyarankan petani melakukan pengecekan pada sawah yang akan ditanami padi dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS) untuk mengetahui kadar N, P, K, dan pH di sawah tersebut.
PUTS mengukur hara N, P, dan K tanah dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisis bisa dipakai sebagai dasar menentukan rekomendasi pemupukan.
PUTS adalah suatu alat analisis kadar hara N, P, K, dan pH tanah sawah yang dapat digunakan di lapangan secara cepat, mudah, murah, dan cukup akurat. Sehingga sangat membantu bagi petani dalam pemupukan.
Baca juga : Budiman Sujatmiko Dukung Kementan Cetak Sawah dan Percepatan Swasembada
Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh mengatakan pendampingan terhadap petani agar tidak pemupukan sembarangan berbuah manis, salah satunya di wilayah Kabupaten Subang.
"Petani yang dilakukan pendampingan dalam pemupukan dapat hasil panen meningkat dari 5-6 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar," ucap Tri saat di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Senin (21/10/2024).
Mereka sebelum penanaman padi didampingi untuk cek kadar nutrisi pada sawah yang akan ditanam padi. Ternyata, PH asam sehingga dilakukan pengapuran agar PH jadi 6-7. Jadi, dilakukan pemupukan secara tepat.
"Dengan pemumpukan dan pola tanam yang tepat tentunya menghasilkan padi yang lebih banyak dari sebelumnya. Petani pun menjadi happy karena hasilnya naik. Artinya, pendampingain ini bagus," ucap Tri.
Makanya, kata Tri, dalam kesempatan tadi, pihaknya membagikan PUTS kepada petani agar mereka begitu akan melakukan tanam padi melakukan pengecekan kadar nutrisi sawah, sehingga pemupukan pun tepat.
Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Jekvy Hendra mendukung langkah inovasi dalam bidang pertanian guna mensejahterakan petani.
Baca juga : Polres Subang Belum Terapkan Aturan BPJS Jadi Syarat Pembuatan dan Perpanjang SIM
"Kementan sangat mendukung program kolaborasi untuk menciptakan suatu inovasi yang cukup baik di setiap daerah. Inovasi - inovasi itu tentunya berbeda di setiap daerahnya," ucap Jekvy. (MGN)