LampuHijau.co.id - Lima sekolah yang terletak di pesisir Lebak, Banten, mengikuti mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan yang diikuti puluhan guru dan siswa tersebut diselenggarakan oleh Tim Dosen Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Peserta mitigasi bencana merupakan perwakilan SMAN 1 Bayah, SMAN 2 Bayah, MAN 2 Lebak, SMKN 1 Bayah, dan SMAN 1 Panggarangan. Sementara, kegiatan dipusatkan di SMAN 1 Bayah.
Kegiatan ini direkomendasikan langsung Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNJ Dr. Muhamad Zid, M.Si. Anggota Tim Pengabdian Masyarakat UNJ Warnadi mengatakan pentingnya mitigasi bencana di pesisir Kabupaten Lebak. Mengingat letak geografis wilayahnya yang berada pada zona subduksi lempeng tektonik antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Dan ini berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi dan tsunami yang tidak dapat dicegah.
Baca juga : Soal IMB Pulau Reklamasi, Anies Beralasan Gegara Pergub Ahok
"Makanya kita harus siap untuk selamat," kata Warnadi di Jakarta, Senin (16/9/2019).
Sementara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Bayah Ipik Indawansyah menyampaikan pentingnya pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Mengingat Kabupaten Lebak adalah wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami.
Sedangkan, pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami disampaikan narasumber Dr. Muzani. Muzani menjelaskan soal manajemen bencana sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.
Baca juga : Penyintas Bencana di Sulteng Nikmati Iftar Amanah Warga Turki
Puja Susmitasari, siswi MAN 2 Lebak, mengapresiasi kegiatan mitigasi bencana ini. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru, pengalaman baru dan kenalan baru. "Saya akan bagikan pengetahuan ini kepada teman-teman di sekolah," tutur siswi kelas XI IPS 2 MAN 2 Lebak ini.
Lain lagi tanggapan Intan Nuraini, siswi SMKN 1 Bayah. Ia mengutarakan bahwa kegiatan ini memberi wawasan baru tentang manajemen bencana gempa bumi dan tsunami. Ia juga berkomitmen untuk meneruskan informasi ini kepada teman-temannya di sekolah.
Terakhir, Sunandar, guru mata pelajaran geografi dari MAN 2 Lebak, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat perlu. Karena di wilayah selatan ini sangat rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Ia berharap kegiatan ini dilakukan secara berkala. (ULI)