Raih Gelar Doktor di Unair, AHY Padukan Kemampuan Politik dengan Akademis

Menteri ATR/BPN AHY saat menjalani ujian doktor terbuka pada program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Unair, Surabaya, Jawa Timur, kemarin. FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Selasa, 8 Oktober 2024, 10:09 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih gelar doktor Universitas Airlangga (Unair).

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini lulus setelah menjalani ujian doktor terbuka pada program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Unair, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

AHY saat sidang doktoral menyampaikan materi disertasi berjudul: Transformational Leadership and Human Resources Orchestration towards Indonesia Emas 2045. Judul tersebut diangkat dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Pamit dari PDIP, Niko Rinaldo Putuskan Ikut Jejak Politik Jokowi dan Maruarar Sirait

Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan bahwa seorang politisi tidak saja dituntut untuk mampu memberikan pengaruh dengan kemampuan retorika politik, namun juga harus memiliki kemampuan akademis yang berbasiskan keilmuan.

“Saya bersyukur dan bangga pak AHY mampu memadukan kemampuan politik dengan basis akademis yang kuat melalui pencapaian gelar doktor dengan predikat cum laude dari Universitas Airlangga,” ujar Herman.

Herman berharap AHY akan memberikan kontribusi terbaik untuk pengambilan kebijakan ke depan, terutama untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Herman juga berharap AHY akan berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Belasan Pelaku Tawuran Konten Bersajam Ditangkap Polisi di Dua Lokasi

Indonesia Emas 2045, ujarnya, ditandai dengan bonus demografi yang tidak semua negara bisa mencapainya. Sementara itu, dalam keterangannya, AHY menyatakan bersyukur karena bisa menuntaskan studinya.

“Selain tentunya saya berharap itu bisa saya kontribusikan untuk pengambilan kebijakan ke depan, karena kita ingin Indonesia semakin tumbuh ekonominya, makin maju dan juga makin sejahtera,” ujarnya.

Akan tetapi perlu ada berbagai upaya perbaikan agar kapasitas SDM bangsa semakin baik kualitasnya. Dengan demikian bonus demografi tidak menjadi sia-sia, sekaligus terciptanya industri yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Baca juga : Gazalba Saleh Bebas di Putusan Sela, Ini Pertimbangan Hukum Majelis Hakim

Ia juga mengatakan harus ada kedekatan antara politisi dengan akademisi. “Karena memang membuat kebijakan keputusan-keputusan politik itu harus berdasar pada pendekatan yang ilmiah. Jadi akademisi itu juga sangat diharapkan peran dan kontribusi pemikirannya,” katanya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal