21 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, 8 Tewas. Tol Cipularang Angker?

Senin, 2 September 2019, 21:50 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Belasan kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 91. Enam kendaraan terbakar dan korban tewas 8 orang. Ini kejadian kesekian kali. Ada yang menyebut jalan tol Cipularang KM 90-an angker karena seringnya terjadi kecelakaan di sekitaran ruas jalan tol tersebut. 
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi  Km 91 Jalan Tol Purbaleunyi arah Jakarta, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9) sekitar pukul 13.00 WIB karena dum truk yang terbalik di tol. “Kemudian mobil yang berada di belakang mobil dum truk melakukan rem mendadak, untuk menghindar menabrak mobil dum truk,” ujar Irjen Rudi, di lokasi kejadian, Senin (2/9).
Akibat rem mendadak, semua kendaraan yang ada di belakang banyak yang berusaha menghindar. Tapi karena kecepatan tinggi tak mampu menghentikan laju kendaraan, sehingga saling tabrak belakang.
“Jumlah total kendaraan yang terlibat 21 kendaraan, untuk data sementara ada 6 korban meninggal dunia karena luka bakar dan 2 orang meninggal dunia karena luka berat,” tambah Kapolda Jabar.
21 kendaraan yang kecelakaan beruntun itu terdiri 7 truk, 12 kendaraan pribadi dan 2 bus. Menurut Rudy, penyebab kecelakaan karena tergulingnya truk itu di depan sehingga tabrakan beruntun tak terhindarkan. "Karena itu di turunan, pasti kecepatannya tinggi semua. Di tengah-tengah di antara dump truk (depan) dengan mobil-mobil lain, ada dump truk juga. Berarti dump truk itulah yang mendorong mobil-mobil kecil itu sampai keluar dan terbakar, seperti itu kira-kira," tutur Rudy.

Tiga dari korban meninggal telah berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Jabar dan RS MH Thamrin. Mereka masing-masing Dedi Hidayat (45), warga Kalibaru Barat Cilincing, Jakarta Utara. Kemudian, Iwan bin Nisin (34), warga Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Lalu, Endi Budianto.

Baca juga : Bus Sinar Jaya Tabrak Truk Fuso dan Avanza di Tol Cipali, Tiga Orang Tewas

"Hanya tiga yang baru bisa diidentifikasi, empat lagi belum bisa diidentifikasi karena kondisinya terbakar. Yang enggak terbakar bisa diidentifikasi melalui sidik jari," ujar Kabid Pelayanan Masyarakat RS MH Thamrin, Jamal Abdul Naser, di ruang IGD, Senin (2/9/2019). 
Jamal mengatakan ada 31 korban yang dibawa ke RS MH Thamrin, yang belakangan berganti nama menjadi RS Abdul Radjak ini. Tujuh orang meninggal dunia, 3 luka berat dan 21 lainnya luka ringan.

Sementara itu soal keangkeran jalan ditepis oleh Andrie Koestyawan yang pernah menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pelayanan Lalu Lintas Jasa Marga Tol Purbaleunyi. Di ruas jalan tersebut memang terdapat banyak turunan dan tikungan. Ruas jalan yang menikung dan menurun secara tak sadar membuat para pengendara lengah dan lalai. Kelalaian itulah yang kerap menyebabkan kecelakaan 

Baca juga : Pikap vs APV di Tol Cipali, 5 Tewas dan 3 Luka Berat

"Cipularang itu dibangun di dataran tinggi, sehingga turunan dan tikungan pasti ada. Turunan dan tanjakan sudah pasti ada. Nah, beberapa turunan sudah sangat landai, dan ini yang harus diwaspadai. Karena turunan landai dan panjang maka ada yang tidak menyadari sedang dalam kondisi turunan, maka jadi lengah," ungkap Andre dikutip dari detik. 

"Kalau ada yang bilang angker, itu kan yang beredar di internet. Di mana ada yang suka menghubung-hubungkan. Tapi kan ada faktor yang secara ilmiah bisa menjelaskan, misal karena lelah, mengantuk, dan kendaraannya tidak memenuhi standar keamanan," tutur Andri.
Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan hal serupa. Bahwa banyak pengendara yang kerap mengabaikan bahaya ketika melintas di jalan tol.  "Perlu diingat, ketika kita di jalan bebas hambatan atau tol, bukannya kita lebih aman tapi jauh lebih berbahaya. Karena semua kecepatan kendaraan disana itu tinggi sekali, sedangkan kalau di jalan biasa kan kebanyakan kondisi stop and go. Sehingga kejadian kecelakaan beruntun memang lebih rentan terjadi di tol," ungkap Jusri. 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal