LampuHijau.co.id - Asep Rochman Dimyati (ARD) batal maju sebagai bakal Calon Bupati (Bacabup) Subang dari Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh ini membidik warga pantura untuk jadi Calon Bupati (Cabup) Subang.
Tokoh Pantura Subang yang telah dibidik Partai NasDem, salah satunya adalah Acah Siti Rukoyah yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Subang yang merupakan kader Partai NasDem.
Politisi senior tinggal di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang ini mendudukan dua anaknya, Vikri Wijaya, dan Voni Siti Anggraeni sebagai anggota DPRD Kabupaten Subang periode 2019-2024.
Acah Siti Rukoyah menyampaikan pihaknya siap menerima perintah dari Ketua DPD NasDem Kabupaten Subang Eep Hidayat untuk maju sebagai Cabup Subang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Subang.
Baca juga : Kadinkes Subang Takziah ke Rumah Jurnalis Televisi yang Istrinya Wafat
"Saya sebagai kader siap menerima perintah asal tujuannya benar-benar untuk perubahan pantura ke depan, harus ada perubahan baik di bidang infrastruktur, ekonomin, SDM benar - benar dirasakan wong pantura," ujarnya.
Bunda Acah, sapaan akrabnya, mengatakan sudah saatnya pantura punya perwakilan untuk mewakili aspirasi masyarakat pantura di Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.
Apalagi, kata dia, secara pribadi dan mang Eep, sapaan Eep Hidayat agar yang merasakan adanya Patimban adalah orang pantura.
"Sebelum rame Patimban beliau sudah merancang Patimban ke depan, saya siap meneruskan cita-cita beliau waktu jadi bupati yang belum tuntas," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Subang Eep Hidayat menyampaikan sudah waktunya warga pantura menjadi pemimpin Kabupaten Subang lima tahun ke depan.
"Mang Eep dan ARD sepakat menghormati warga pantura, saatnya wong pantura yang mempunyai kemampuan intelektual, finansial dan niatan untuk membangun Subang menjadi Bupati Subang," ujar Eep.
Menurut Mang Eep, sapaan akrabnya, dalam media sosial dan obrolan di "warung kopi" begitu banyak keluhan dari warga pantura, belum lagi terkait rencana jalan tol yang memotong kawasan pantura secara diagonal yang menurutnyan merusak potensi kewilayahan Subang bagian utara.
"Maka saatnya warga pantura menjadi pemimpin Subang. Terkait siapa orangnya, dia harus mempunyai kemampuan intelektual untuk membangun Subang," ucap mantan Bupati Subang tersebut.
Baca juga : Jelang Pilkada, Penjabat Bupati Subang Berharap ASN Pertahankan Netralitas
Kedua, kata Mang Eep, sebagaimana layaknya pencalonan bupati harus mempunyai kemampuan finansial karena spanduk dan media promosi, serta kampanye tidak bisa "ku daun seureuh".
"Siapa orangnya? Tinggal tanya sama wartawan ke warga pantura. Yang mulai kelihatan sama Mang Eep yaitu Acah Siti Rukoyah dan Lina Marliana," ucapnya. (MGN)