LampuHijau.co.id - Polda Jabar membuka nomor Hotline penanganan kasus Vina Cirebon. Masyarakat yang mempunyai informasi terkait kasus tersebut bisa menghubungi pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast, S.I.K mengatakan sebagaimana yang telah disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho, Polda Jabar sudah bekerja dengan sangat baik dalam menangani penyidikan kasus Vina.
"Mohon bantuan dan dukungan dari masyarakat apabila ada informasi tambahan berkenan menginformasikan kepada kami untuk melengkapi informasi yang ada," ucap Kombes Jules Abraham Abast, S.I.K, dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : Gonta Ganti Pasangan Seks dan LSL Bikin Kasus HIV di Kabupaten Subang Naik 100 Persen
Polda Jabar mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh dan para ahli atas saran dan masukan kepada kami dalam penanganan kasus Vina.
"Kami mohon doa, semoga penanganan kasus ini segera tuntas. Kami sampaikan untuk mari bersama-sama menjaga dan menghargai para keluarga korban atas traumatis yang dialami sehingga semua bisa menjadi lengkap dan terang peristiwanya," ucapnya.
Dengan adanya fenomena informasi yang semakin berkembang di media sosial, maka Polda Jabar telah membentuk Tim Asistensi yang terdiri dari Itwasda, Propam, Dit Reskrimum (Pengawas Penyidik).
Baca juga : Polda Sulteng Tetapkan Satu Orang Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Tambang
"Kemudian kami membuka Hot Line Informasi pada nomor 0822-1112-4007 dengan syarat memberikan identitas sesuai dengan benar serta informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, tentu akan kami lakukan analisis sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sehingga sama-sama kita imbau bijak dan bertanggung jawab memberikan informasi untuk menjaga dan menghargai keluarga korban dan menghindari traumatis keluarga korban," ucapnya.
Kombes Jules Abraham Abast, S.I.K meyakini terkait masalah kasus ini akan tetap berlanjut secara profesional, prosedural, dan proporsional.
"Saat ini sudah ada Kompolnas dan Komnas HAM yang ikut mengawasi proses penyidikan yang sedang berjalan," ujarnya. (MGN)