LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat kasus baru HIV/AIDS meningkat 100 persen pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya kasus ini didominasi karena gonta ganti pasangan seks dan perilaku seks sesama jenis.
Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes mengatakan kumulatif kasus HIV/AIDS dari tahun 1.999 hingga Maret 2024 mencapai 3.230 kasus. Untuk tahun 2022, temuan kasus baru mencapai 200 lebih.
Baca juga : 132 Ribu Warga Miskin di Kabupaten Subang Dapat Jaminan Kesehatan
Penemuan kasus baru tahun 2023 mencapai 414 kasus. "Penemuan kasus baru tahun 2023 naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ucap dr Maxi, S.H, M.HKes di Kabupaten Subang, Senin (03/06/2024).
Untuk penemuan kasus baru HIV/AIDS periode Januari - Maret 2024 mencapai 134 kasus. Selama tahun 2024 diprediksi ada sekitar 400 kasus lebih. "Tahun 2024 naik 100 persen juga dibanding tahun 2022," ujarnya.
Baca juga : Pemda Siap Dukung Penuh Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Subang
Menurutnya, meningkatnya kasus baru HIV/AIDS karena terbanyak karena perilaku seksual yang gonta ganti pasangan seks dan perilaku seks menyimpang sesama jenis yakni laki suka laki (LSL) atau gay.
"Kasus HIV/AIDS paling banyak karena gonta ganti pasangan seks dan perilaku seksual LSL," ucap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Subang tersebut.
Baca juga : Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Subang Diisi Bakti Sosial dan Pasar Murah
Mereka yang LSL, menurutnya, karena waktu anak-anak jadi korban pedofil, saat remaja dan dewas jadi pelaku LSL. "Perilaku seksual LSL menularkan HIV ke yang lain," ujarnya.
Untuk itu, ia berpesan agar tidak gonta ganti pasangan seks dan kepada orangtua agar awasi anak-anaknya supaya tidak jadi korban pedofil. Sebab, jika sudah jadi korban pedofil besar kemungkinannya jadi LSL. (MGN)