LampuHijau.co.id - Penjabat Bupati Subang Imran hadiri Dialog Keagamaan diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati II, Kabupaten Subang, Kamis, 30 Mei 2024.
Ketua FKUB Kabupaten Subang, Budiyono Ilyas menyampaikan bahwa dialog Keagamaan ini diperlukan menghadapi tantangan tahun politik agar tetap harmoni kehidupan beragama.
"Tahun 2024 merupakan tahun politik sehingga diperlukan kesiapan yang matang untuk tetap menjaga kondisfitas," ujarnya.
Budiyono Ilyas juga menjelaskan bahwa upaya pembinaan dan peningkatkan kerukunan umat beragama sebagai upaya preventif agar terwujudnya moderasi beragama di Kabupaten Subang.
"FKUB mempunyai tugas pokok membangun umat beragama melalui dialog dengan para pemuka agama," ujarnya.
Baca juga : Didorong Maju Pilkada Subang dari PAN, Begini Tanggapan Niko Rinaldo
Budiyono Ilyas menegaskan bahwa dialog kegamaan menjalin tolerasi melibatkan berbagai ormas keagamaan, penyuluh agama, seluruh Pengurus FKUB dan masyarakat Kabupaten Subang dengan mengundang sebanyak 80 peserta dialog.
Penjabat Bupati Subang Imran mengatakan bahwa FKUB merupakan organisasi yg sangat strategis dalam membina kerukunan umat beragama dalam menciptakan konsudifitas moderasi beragama.
"Dengan tujuan, bagaimana hubungan antar umat beragama bisa terjalain dengan baik," ujarnya.
Imran juga menjelaskan bahwa momentum tahun politik 2024 memunculkan berbagai persoalan harus dinetralisir oleh FKUB dengan bijak.
"Dalam menghadapi pancaroba politik, pancaroba kehidupan bernegara kita, kehadiran dari unsur pimpinan ormas keagamaan ini sangat penting untuk menetralisir berbagai hal yg sangat tidak diinginkan oleh masyarakat," ujarnya.
Baca juga : Target Raih Kursi Bupati Subang, PKB Buka Ruang Koalisi dengan Partai Lain
Imran juga mengungkapkan bahwa konstalasi politik akan berpengaruh terhadap suhu politik dan kehidupan bernegara baik yang terjadi ditingkat nasional ataupun daerah.
"Karena cuaca politiknya panas ditingkat daerah, kita perlu antisipasi kemungkinan yang akan terjadi di tingkat lokal," ujarnya.
Imran memaparkan bahwa isu agama sangatlah sensitif dan menjadi faktor utama kemunculan konflik bernegara saat menghadapi momentum politik apapun.
"Yang pertama isu agama akan dibawa menjadi bahan isu politik ketika munculnya pilkada," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa konflik global akan berakibat pada kehidupan yang ada di tingkat nasional hingga sampai ke daerah, sehingga persoalan akan bermunculan dan harus diantisipasi lebih awal.
Baca juga : Ditanya Soal Maju Pilkada Subang, Ruhimat: Tidak Ada Ambisi, tapi Tidak Akan Menolak
"Kalau kita gak sering menangkal itu, jika ada salah ngomong isu pilkada jadi ribut," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa isu yang bergulir pada tingkat lokal ataupun nasional akan berpengaruh pada tatanan birokrasi juga kinerja pegawai.
"Sehingga itu tidak membesar dan tidak menjadi duri dalam daging, dalam hal politik," ujarnya.
Imran berharap FKUB Kabupaten Subang jadi organisasi yang solutif untuk berbicara mendamaikan berbagai macam pihak yang terlibat untuk mewujudkan moderasi bergaama di Kabupaten Subang. (MGN)