LampuHijau.co.id - Penjabat (Pj) Bupati Subang Imran didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang dr Maxi memimpin Aksi Berantas Sarang Nyamuk untuk Subang Bebas Demam Berdarah Dengue (DBD) di ruang publik, Kamis (28/3/2024).
Imran mendatangi tempat olahraga, sarana ibadah dan sekolah yang bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat serta terbebas dari jentik nyamuk, sehingga kasus DBD mampu ditekan.
Di Kabupaten Subang ada 15 orang yang meninggal akibat DBD hingga masuk 4 besar terbanyak di Jawa Barat, sehingga menjadi keseriusan dalam pencegahan dan penanggulangan DBD di Kabupaten Subang.
Baca juga : Tekan DBD, Stakeholder dan Masyarakat Diajak Berantas Sarang Nyamuk
Imran berpesan kepada tokoh agama dan guru serta masyarakat untuk sosialisasi dan menerapkan gerakan 3M plus atau menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas, plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.
"Basmi nyamuknya, selamatkan manusianya," ucap Imran.
Sementara itu, Kadinkes Subang dr Maxi mengatakan pencegahan dan penanggulangan DBD perlu peran serta semua stakeholder dan masyarakat agar kasus DBD bisa ditekan di Kabupaten Subang.
Baca juga : IDI Cabang Subang Gelar Seminar Kesehatan Tentang DBD di Favehotel Pamanukan
"Pencegahan dan penanggulangan DBD perlu peran serta semua stakeholder dan masyaralat Kabupaten Subang. DBD penanganannya harus seperti Covid-19, dibantu TNI dan Polri," ucapnya.
TNI dan Polri, tambahnya, melalui babinsa dan bhabinkamtibmas bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di desa binaannya agar bersama-sama memberantas sarang nyamuk.
Menurutnya, memberantas sarang nyamuk harus serempak, menyeluruh, dan berkelanjutan. "Masyarakat Kabupaten Subang sampai desa, RT dan RW semuanya harus melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk menekan DBD," ujarnya. (MGN)