LampuHijau.co.id - Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Lampung Selatan, Tirta, mengatakan sampai hari ini sudah 92 paket kerja kegiatan proyek pengadaan barang dan jasa dari Satker (Satuan Kerja ) yang sudah tayang. Paket kerja itu siap dilaksanakan di lapangan dipandu oleh Dinas dan bagian masing masing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Dari 92 paket yang sudah tayang jumlah keseluruhan baru mencapai Rp 104.797.244.235. Artinya jumlah pengadaan barang dan jasa baru sekitar 25 % yang sudah tayang dan sudah ada pemenang tender. Dari jumlah tayang sebanyak 92 paket pekerjaan selesai tender, untuk kegiatan EO ( Even Organiser) Lampung Selatan Fair sebesar Rp 700 juta, paket jasa-jasa lainnya 13 paket, jasa konsultan pengadaan barang 14 paket, sedangkan 62 paket pekerjaan jasa kontruksi fisik.
Baca juga : Rolling 17 Pejabat Non Job di Lampung Selatan Sudah Ada Solusinya
Hasil data lapangan dari dari berbagai sumber di beberapa Satker dan bagian Pemkab Lamsel, bahwa APBD tahun 2019 untuk kegiatan fisik dan pengadaan barang dan jasa sebesar RP 600 milyar yang belum dilaksanakan tender oleh LPSE Lampung Selatan sekitar 75 %.
Menurut sumber yang enggan disebut namanya, Lampung Selatan mengalami keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan proyek fisik dan pengadaan barang jasa, padahal bulan Agustus DPRD Lamsel akan membahas dan pengesahan APBD ( tambahan ) dari sisa hasil pajak. “Ini akan mempengaruhi laporan pertanggung jawaban Bupati tahun kerja anggaran 2019,” ujarnya.
Hal senada juga dinyatakan pegawai dari Dinas Perumahan dan Pemukiman dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Pelaksanan proyek di Lamsel sangat terlambat dan mempengaruhi kinerja Bupati dalam Laporan Pertanggung jawaban nota keuangan pada akhir tahun nanti. “Tidak menutup kemungkinan banyak paket proyek yang tak bisa terlaksana,” katanya.
Baca juga : Rotasi Jabatan 17 Pejabat Nonjob di Kab Lampung Selatan
Sementara itu, pegawai kantor unit pelaksana tender, bagian dari LPBJ mengatakan keterlambatan proses tender bukan pada pihaknya. “Keterlambatan pasti dari Dinas, Satker dan bagian, kami hanya menunggu begitu berkas sampa terus kami proses lelang tender terbuka,” ujarnya.(YON)