Kemenko Kemaritiman Mendorong Petani Gunakan Teknologi dan Mengolah Garam

Senin, 5 Agustus 2019, 15:26 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) mendorong petani garam menggunakan teknologi dan mengolah garam, agar meningkat produksinya, serta mempunyai nilai lebih dari garam.

Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono mengatakan, garam punya aspek besar dan bisa diproduksi dengan teknologi sederhana yang hasilnya tidak hanya garam, tapi juga air bersih dan pakan udang, serta kapur. Bahkan, lanjutnya, garam bisa diolah jadi garam spa. Selama ini, yang diributkan harga garam hanya Rp 1.000 hingga 1.500 per kilogramnya. Namun bila diolah menjadi garam spa harganya dapat melonjak sampai Rp40 ribu per setengah kg-nya.

"Garam spa diolah ibu rumah tangga. Garam spa didorong bukan hanya diolah di Cirebon, tapi pantura dan Madura," kata Agung saat kunjungan ke tambak garam berteknologi di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Senin (5/8/2019).

Baca juga : BI Cirebon Berharap PSBI Mendukung Pengembangan Ekonomi di Pesantren

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi tentu butuh lahan yang luas. Sebab, bagusnya lahan garam 400 hektar. Untuk itu, petani garam harus berkelompok agar lahan bisa lebih luas.

"Selama ini, petani garam hanya punya lahan kurang lebih 1 hektar," katanya.

Petani, lanjutnya, perlu bermitra dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, dan investor, agar hasil garamnya bisa diolah jadi garam spa, suvenir dan untuk kesehatan. "Dengan teknologi, petani bisa panen garam sepanjang tahun," katanya.

Baca juga : IDI: Kematian Petugas KPPS Bukan Karena Kelelahan, Tapi...

Sebenarnya, kata dia, untuk memenuhi garam industri saja, masih kurang. Karena saat ini kemampuan produksi garam baru 3,2 juta ton per tahun dari sebelumnya 2,2 juta ton per tahun. Sedangkan kebutuhan garam industri sebanyak 4,4 juta ton per tahunnya.

Pemilik Rumah Garam Rama Shinta, Septi Ariyani, mengatakan produksi garam terapi kesehatan dan kecantikan tiap harinya 2,5 kuintal. Garam merupakan hasil produksi sendiri dengan mempekerjakan 30 tambak di luas lahan mencapai 40 hektar.

"Garam yang digunakan merupakan garam pilihan yang berkualitas," tegasnya.

Baca juga : Kapolres Dorong Pemkot Bekasi Berani Terapkan Perda Pengguna Miras

Garam lainnya yang tidak digunakan untuk garam spa dijual ke industri. Garam spa, katanya, dijual secara online dan offline. Kebanyakan pembeli berasal dari berbagai daerah. "Produk kami sudah masuk ke Bandung, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Selain produksi garam spa, katanya, juga melakukan workshop tentang pembuatan garam di tambak, serta pelatihan wirausaha bagi para pelajar. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal