LampuHijau.co.id - Warga Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, SJL (29) jadi korban pencurian modus gembos ban. Akibat aksi kejahatan tersebut, SJL mengalami kerugian materi sebesar Rp92 juta.
Menurut SJL, kejadian yang menimpanya berawal saat ia baru saja mengambil uang sebesar Rp75 juta di salah satu bank di Jalan Otto Iskandardinata, Kabupaten Subang, pada Senin, 26 Februari 2024.
Karyawan swasta itu kemudian berniat untuk pulang ke rumahnya. Ia mengemudikan mobil sendirian. Mobil melintasi Yogya Grand Subang, Jalan Pejuang 45, dan melintas SMPN 4 Subang atau Jalan D.Kartawigenda.
"Saat melintas di depan SMPN 4 Subang sensor mobil saya menunjukkan bahwa tekanan angin pada ban belakang sebelah kiri berkurang drastis. Waktu itu, tidak ada firasat aneh," ucap SJL, pada Kamis (29/02/2024).
Makanya, SJL tidak curiga karena dikiranya kebocoran biasa, sebab mobilnya tersebut masih baru. Mobil kemudian diarahkan ke SPBU di Jalan Arief Rahman Hakim. SJL memakai jasa tambal ban di SPBU tersebut.
"Setelah selesai, saya kemudian bertanya kepada tukang tambal ban, paku apa sih yang membuat angin habis banget. Ditunjukkan bahwa itu bukan paku, tapi kayak jarum yang tengahnya bolong," ucapnya.
Baca juga : Sapa Warga di Alun-alun, Pj Bupati Subang Beri Imbauan Jaga Kebersihan
SJL kemudian melanjutkan mengemudikan mobilnya. Karena sudah siang, ayah satu anak ini berniat untuk makan terlebih dahulu di warung sekitar Terminal Tipe A Subang. Begitu tiba, ternyata, warung tersebut tutup.
Akhirnya, mobilnya diarahkan menuju GT Cilameri Subang untuk pulang ke rumah di Kalijati. Namun, tiba-tiba saja punya niat untuk cek kios yang disewanya di Desa Gunungsembung, Kecamatan Pagaden.
"Saya tidak berhenti, saya langsung dan lurus sambil lihat-lihat situasi dan keramaian di daerah Desa Gunungsembung. Begitu depan PT Uwu Jump Indonesia tepatnya depan Alfamart, saya putar balik," ucapnya.
Mobil kemudian melintasi PT Kwanglim YH Indah. Tidak jauh dari perusahaan tersebut sekitar 300 hingga 500 meter, ia merasakan angin ban belakang sebelah kiri terasa habis. Bahkan, lebih cepat dari yang sebelumnya.
"Saya sempat turun, dan sempat ada ketakutan di situ. Saya fokus lihat ban mobil habis angin. Kemudian saya masuk ke mobil lagi, saya kunci mobil lagi. Di depan saya lihat ada tambal ban," ucapnya.
Waktu itu, SJL belum kepikiran bakal jadi korban kejahatan. Ia hanya berpikir, bekas tambalan pertama jelek. Akhirnya, memilih untuk ganti ban yang bocor dengan ban serep yang berada di dalam mobilnya.
Baca juga : Aliansi Militan Gibran Siap Menangkan Prabowo-Gibran, Berharap 1 Putaran
"Ketika berada di depan tambal ban, saya minta diganti ban bocor dengan ban serep. Saya lalu ambil ban serep yang ada di bagasi belakang. Setelah turunkan ban serep, saya lihat bapak tambal ban," ujarnya.
SJL waktu itu fokus melihat tukang tambal ban yang sedang mendongkrak mobil, sehingga tidak lihat situasi di sekitarnya. Ternyata ada dua sepeda motor yang tiba-tiba saja mendekati mobilnya.
"Tidak lama kemudian ada bapak-bapak yang duduk di tambal ban teriak maling. Saat itu, saya belum ngeh. Karena saya pikir dua sepeda motor tersebut mata elang yang sedang mepet sepeda motor," ujarnya.
SJL pun sempat heran dua sepeda motor tersebut malah mepet mobilnya. Baru ia sadar jadi korban pencurian, saat terdengar suara pintu mobil tengah kanan. "Setelah dengar bunyi blek, saya panik," ucapnya.
Dua sepeda motor tersebut kemudian kabur dari lokasi. Mereka berjumlah empat orang. SJL kemudian buka pintu mobil sebelah kiri tengah, ternyata tas berisi Rp75 juta tidak ada di tempatnya. "Saya panik," ujarnya.
Tak lama kemudian, ada pengendara sepeda motor yang mengajaknya untuk mengejar para pelaku. SJL bersama orang tersebut kemudian mengejar, tapi sekitar 300 meter, balik lagi karena kepikiran dengan mobilnya.
Baca juga : Masyarakat Desa Kalijati Timur Diajak Mewujudkan Pemilu Aman dan Damai
"Saya kepikiran mobil saya. Saya khawatir ini hanya pancingan. Takutnya ambil tas saya, padahal target utama mobil. Jadi, saya balik lagi. Karena tidak ada yang menjaga mobil saya," ucap SJL.
SJL lalu menghubungi keluarga bilang dirinya jadi korban pencurian. Yang diambil para pelaku yakni uang Rp75 juta, laptop, HP, dompet, surat-surat penting dan buku tabungan. "Kerugian Rp92 juta," ujarnya.
SJL lalu melapor kepada polisi. Ia berharap pelakunya bisa ditangkap oleh pihak Kepolisian dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. "Mudah-mudahan barang-barang saya masih utuh," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu melalui Kepala Satreskrim Polres Subang AKP Herman Saputra ditanya terkait perkembangan kasus ini. "Siaap mohon waktuya," pungkasnya. (MGN)