Stok Daging Ayam Berlebih, Harga Jual Rendah

Peternak Ayam Ngaku Rugi Miliaran

Senin, 1 April 2019, 09:35 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Jelang memasuki bulan Ramadhan, ketersedian daging ayam untuk nasional dipastikan berlebih. Namun balik itu kerugian besar dialami para peternak ayam potong (broiler) rakyat dan mandiri. Kerugiaan para peternak diduga bisa mencapai Rp 1.3 miliar.

Sugeng Wahyudi, Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Peternak Ayam Nasional mengatakan, stok ayam untuk bulan bulan Ramadhan dipastikan berlebih. Saat ini stok ayam di cold storaga atau rumah potong rata-rata mencapai 63 juta per bulan. Sedangkan kebutuhan konsumsi daging untuk sekali nasional hanya sekitar 58 juta sampai 60 juta perbulan. 

“Jadi menurut saya stok daging ayam untuk bulan Ramadhan tidak kurang malah berlebih. Tapi karena stok ayam berlebih justru berimbas pada harga jual ayam yang menurun untuk saat ini,” kata Sugeng ketika dihubungi, Minggu (30/3/2019).

Baca juga : Sindikat Pemalsu Materai Ditangkep Polda Metro (Negara Rugi 30 Miliar Coy)

Menurut Sugeng yang juga merupakan juru bicara dari Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri (PRPM) ini, kerugian ini sudah dialami oleh peternak sejak Januari sampai Maret 2019. Para pertenak mengalami kerugian sekitar Rp 4000 per Kilogram (kg) sampai Rp 5000 per kg.

“Saat ini harga produksi atau modal ayam potong antara Rp 18.300 per kg sampai Rp 19.300 per kg sedangkan saat dijual hanya berkisar Rp 14 ribu per kg. Jadi para peternak mengalami kerugian dari Rp 4.000-5.000 per kg. Ini jadi problem besar untuk para peternak. Jika hal ini terus menerus, maka para peternak rakyat banyak yang akan gulung tikar,” katanya.

Sugeng menjelaskan, jika dikalkulasikan, kerugian para peternak bisa mencapai miliaran rupiah. Menurutnya dari 63 juta ayam potong, sekitar 20 persen dikuasai oleh pertenak rakyat. Jadi sekitar 13 jutaan. Angka tersebut dikalikan oleh berat daging ayam yang rata-rata antara 1,5 sampai 2 kg dan kerugian yang mencapai Rp 5000.

Baca juga : Rasa Syukur Warga Lombok Timur Atas Distribusi Air Bersih ACT

“Misalnya, 13 juta dikalikan 2 kg dikalikan Rp 5000 hasilnya Rp 1,3 miliar. Jadi peternak rakyat mengalami kerugikan sebesar Rp 1,3 miliar per bulan. Kalau hal ini dibiarkan, mereka bisa bangkrut,” ucapnya.

Anehnya, meski harga jual ayam di produsen mengalami penurunan namun harga ayam dipasaran malah mahal. Menurut sugeng, harga ayam di pasar mencapai Rp 32 ribu. Hal ini lantaran surat edaran Permendag Nomor 96/2018 tidak berjalan.

“Dalam Permendag ditetapkan sebesar Rp 20 ribu per kilogram untuk batas bawah dan Rp 22 ribu per kilogram untuk tarif batas atas. Namun kondisi saat ini, harga pembelian yang diterima peternak hanya Rp 14 ribu per kg. Sedangkan penjualan di konsumen mencapai Rp 36 ribu per kg. Selisih harganya sangat jauhkan. Kami mau surat edaran dari kemendag itu harus ditegakkan,” ucapnya. (Bit)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal