LampuHijau.co.id - Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Kornas Gempita) bersama Korda Gempita Kabupaten Subang telah melangsungkan Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan perusahaan benih dan pupuk, bahwa menyepakati kesanggupan memberikan bantuan benih dan pupuk melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Adapun perusahaan tersebut yakni, PT Bisi International, PT Syngenta Indonesia, PT Coverta Agriscience, PT. Sang Hyang Seri, PT Benih Citra Asia dan PT. Swakabumi.
Kerjasama kemitraan strategis ini dimaksudkan untuk membangun percepatan tanam jagung dalam rangka peningkatan produksi jagung nasional. Sebagai Pilot Project, petani yang dibawah naungan Gempita (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) akan melangsungkan masa penanaman jagung pada bulan Febuari.
Baca juga : Kembali Teliti Berkas Kasus Firli Lagi, 7 Hari Lagi Kejati DKI Tentukan Sikap
"Program ini kita dorong bersama ibu Direktur Pembiayaan Ditjen PSP, sebagai upaya pengujian mana bibit yang berkualitas untuk di tanam oleh petani dan sekaligus upaya menciptakan kepastian harga bagi para petani, agar setelah panen tidak lagi dipermainkan harganya oleh pihak-pihak yang senang melihat penderitaan bagi para petani" ucap Ibrahim Asnawi, S.H. Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA).
Kemudian, dari hasil produksi jagung tersebut yang terdapat di wilayah Jawa Barat lebih khususnya Kabupaten Subang akan di beli oleh Gempita dan PT. Bisi Internasional sebagai offtaker.
Kementerian Pertanian RI melalui Direktrorat Pembiayaan dan Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Subang mempunyai peran dalam mengawal pelaksanaan program tersebut.
Baca juga : AHY Akan Kampanye Terbatas Bersama Ribuan Warga Cirebon
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr.Ir. Indah Megawati, MP Direktur Pembiayaan Kementrian Pertanian, Mira Karmina, Sp.MM Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dra. Nenden Setiawati M.Si Dinas Pertanian Kabupaten Subang Jawa Barat, di Aula Serbaguna Dinas Pertanian Kabupaten Subang, pada Jumat (02/02/2024).
"Program ini sangat bermanfaat, tentunya untuk mendorong masyarakat untuk bisa menanam bibit jagung. Kemudian bisa memanfaatkan lahan kosong dengan baik. Program kemitraan strategis ini para petani nantinya akan mendapatkan langsung kepastian pasarnya", ujar Saiful Q perwakilan PT Bisi International dalam keterangannya.
Lanjut Saiful, program ini adalah bentuk koordinasi yang baik dari Kementerian, Dinas dan pelaku usaha maupun petani yang berhubungan tanaman jagung.
Baca juga : Polres Indramayu Berhasil Tingkatkan Penyelesaian Perkara Hingga 168 Persen
"Dari hulu sampai hilir jadi sudah lengkap, jadi saya berharap ini bisa berjalan dengan baik dibeberapa lokasi," tutup Syaiful. (MGN)