LampuHijau.co.id - Hadameon Aritonang, putra kelahiran Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara meminta Pj. Bupati Tapteng saat ini, DR. Sugeng Riyanta untuk memeriksa camat dan kepala desa (kades) terkait penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang besarnya Rp 1 miliar per tahun per desa.
"Kenapa saya meminta itu? Karena jalan di sekitar Kolang hingga saat ini masih seperti kubangan kerbau. Dan kepedulian mantan Bupati Bakhtiar Sibarani dan Pj. sebelumnya, Elfin Eliyas Nainggolan, boleh dikatakan tidak ada," papar Hadameon Aritonang di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Baca juga : Kota Cirebon Meraih Penghargaan dari Ombudsman dan Kementerian PPPA RI
Mantan Plt. Sekwan DPRD DKI Jakarta ini mensinyalir, selama ini penggunaan DAK tidak tepat sasaran. Padahal salah satu sasaran penggunaan DAK itu adalah untuk pembangunan jalan di lingkungan masyarakat Kecamatan Kolang.
"Patut diduga, bantuan DAK dari pemerintah pusat Rp1 miliar setiap desa disinyalir tidak sesuai dengan penggunaannya. Ini tak lain karena masih banyak jalan di daerah Kecamatan Kolang seperti kubangan kerbau. Saya minta Pak Sugeng untuk memeriksa kinerja camat dan kades," paparnya.
Baca juga : Raih Predikat Badan Paling Informatif, Sekda: Pertahankan dan Terus Tingkatkan
Hadameon Aritonang mengakui, kinerja Pak Sugeng sangat bagus dalam memimpin Pemkab Tapteng selama ini. "Pak Sugeng saya minta agar segera memeriksa kinerja camat Kolang dan semua kades yang ada. Kami masyarakat Kecamatan Kolang yang berdomisili di Kolang, maupun masyarakat yang berada di perantauan sangat prihatin melihat kondisi jalan rusak tersebut," paparnya.
Masih kata Hadameon Aritonang, warga Kolang menganggap bapak Pj. Bupati Sugeng yang tadinya bekerja sebagai penegak hukum, dapat memeriksa terkait penggunaan DAK tersebut. Apakah sudah tepat sasaran atau ada yang korupsi.
Baca juga : Kapolsek Pagaden Hadiri Peletakan Batu Pertama Pasar Inpres Pagaden Subang
"Besar harapan kami, Pak Sugeng bisa menyelesaikan masalah jalan rusak ini. Caranya sederhana, periksa Camat Kolang dan semua kades. Dan tanyakan ke mana saja dana DAK Rp 1 miliar per tahun itu digunakan. Kami sangat miris, jalan saja tak beres, pada hal anggaran ada," imbuhnya.
Seperti diketahui, Kecamatan Kolang ini merupakan tempat kelahiran pahlawan nasional DR. Ferdinand Lumban Tobing. (ULI)