Ridwan Kamil Optimis Jabar Penyumbang Suara Terbanyak untuk Prabowo-Gibran

Ketua TKD Jawa Barat Prabowo-Gibran, Ridwan Kamil saat menghadiri acara Milad Ke-1 Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat yang digelar di Ponpes Pagelaran III Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Selasa (02/01/2024). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Selasa, 2 Januari 2024, 21:23 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jawa Barat Prabowo-Gibran, Ridwan Kamil menyebutkan bahwa angka survei pasangan tersebut mengalami kenaikan.

Ridwan Kamil mengatakan hasil survei Prabowo-Gibran di Jawa Barar masih bagus dan terpantau terus naik mencapai 53 - 54 persen.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Subang Serahkan Donasi Rp72,1 Juta untuk Palestina

"Mudah-mudahan paslon 02 menang satu putaran, di Jawa Barat sebagai penyumbang suara terbanyak," katanya usai menghadiri acara Milad Ke-1 Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat yang digelar di Ponpes Pagelaran III Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, pada Selasa (2/1/2024).

Di acara milad tersebut pihaknya menyampaikan terkait kriteria pemimpin Indonesia ke depan. "Pemimpin itu diukur dari keputusannya. Pemimpin itu bukan harus yang super pintar, super jenius, dan super sholeh," ucapnya.

Baca juga : Ribuan Warga Kabupaten Subang Suarakan Kemerdekaan Palestina

Meski bukan ulama, namun yang penting dari seorang pemimpin keputusannya sesuai syariat yang dinasihatkan ulama. "Supaya tujuan kita merangkul kepada semua golongan," ucapnya.

Di kesempatan tersebut, Kang Emil mengimbau masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan dalam Pemilu 2024. "Jangan lewatkan momentum bersejarah ini, karena apakah bangsa ini akan maju, apakah akan mundur lagi, apakah akan slow, tergantung diri sendiri," ucapnya.

Baca juga : SBY Bakar Semangat Caleg Menangkan Prabowo-Gibran dan Partai Demokrat

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh buta terhadap politik, karena keputusan dan kebijakan berasal dari keputusan politik.

"Karena seburuk-buruknya buta bukanlah buta tidak melihat secara fisik, tetapi buta politik. Orang yang buta dan cuek terhadap politik, tidak sadar bahwa urusan harga makanan, urusan pendidikan, urusan pesantren itu ditentukan oleh keputusan-keputusan politik," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal