LampuHijau.co.id - Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Subang berkomitmen bantu pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat dalam mengentaskan stunting dengan tujuan agar generasi Kabupaten Subang berkualitas.
Ketua IIDI Cabang Subang Dra Tanti Roslianti mengatakan IIDI Cabang Subang rutin melaksanakan kegiatan sosial dalam bidang kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Subang.
"Kita sangat peduli kesehatan masyarakat terutama perempuan dan anak-anak," ucap Dra Tanti saat Bazar Baju Layak Pakai dan Pemeriksaan Gula Darah Gratis di Lapang Bintang Subang, Minggu (7/12/2023).
Baca juga : IIDI Cabang Subang Adakan Bazar Baju Layak Pakai dan Pemeriksaan Gula Darah Gratis
Kegiatan sosial dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan IIDI Cabang Subang, lanjutnya tentu bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Subang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang.
"Program kita itu sesuai dengan program pemerintah, kita sudah ada AD/ART dan acuan kegiatan yang kita lakukan. Kita ada kegiatan rutin, unggulan dan bulan bakti istri dokter Indonesia atau BBID," ujarnya.
Untuk BBID, tambahnya, dilaksanakan sekali dalam setahun tepatnya pada bulan April. Untuk April yang lalu, BBID dilaksanakan mulai dari wilayah Subang utara, Subang tengah dan Subang selatan.
Baca juga : Ribuan Warga Kabupaten Subang Suarakan Kemerdekaan Palestina
"Kita programnya sosialisasi stunting karena program utama kita salah satunya stunting. Sosialisasi stunting penting supaya dapat dicegah sejak dini kepada masyarakat terutama remaja," ucapnya.
Remaja, tambahnya, perlu mendapatkan sosialisasi stunting karena pernikahan dini pada anak dibawah umur bisa menjadi penyebab anak stunting, sehingga kualitas generasi ke depannya tidak berkualitas.
Selain sosialisasi stunting, tambahnya, IIDI Cabang Subang beri bantuan makanan bergizi kepada anak stunting. "Kita juga memberikan bantuan berupa makanan bergizi untuk anak stunting," ucapnya.
Baca juga : Peduli Masyarakat, Kapolsek Binong Bersama Anggota Bagikan Nasi Kotak
Pemberian makanan bergizi kepada anak stunting sama seperti program Pemkab Subang yakni Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). "Jadi sama, kita mengikuti program pemerintah berantas stunting," ujarnya.
Ia menjelaskan dana kegiatan bakti sosial penanganan stunting berasal dari bazar baju layak pakai yang digelar IIDI Cabang Subang. "Untuk (biaya) bantu anak stunting itu dari bazar baju layak pakai," ujarnya.
IIDI Cabang Subang, menurut Dra Tanti Roslianti, peduli dengan stunting karena di Kabupaten Subang masih banyak kasus stunting. "Kita ingin generasi berikutnya jadi generasi yang berkualitas," ucapnya. (MGN)