LampuHijau.co.id - Tim Garuda Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menemukan wanita berparas cantik, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Cewek 22 tahun itu ditemukan bersama pria yang ternyata sudah jadi suami sirinya.
Adalah CNN (22), yang sebelumnya meninggalkan rumah orangtuanya yang beralamat di Jalan Bathin, Kelurahan Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jumat (13/7/2019) lalu. Karena pergi tanpa kabar, pada Sabtu (14/7), ibu kandung CNN melaporkan bahwa anaknya tersebut pergi tanpa pamit ke Polres Pangkal Pinang. Tak hanya melaporkan kepada pihak Kepolisian, keluarga CNN juga menyebarluaskan permohonan untuk mencari keberadaan anaknya tersebut melalui media sosial.
Baca juga : 46 Personel Polres Majalengka Naik Pangkat di Hari Bhayangkara
Setelah menunggu sembilan hari lamanya, CNN belum juga ditemukan. Keluarganya pun memutuskan terbang ke Jakarta meminta bantuan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Senin (22/7).
Kasatreskrim Polres Bandara Soetta AKP Alexander Yurikho Hasi menjelaskan, berbekal danya laporan tersebut, ia dan tim Garuda bergerak melakukan pencarian. Salah satunya dengan menelusuri catatan ticketing penerbangan.
Baca juga : Pria Tua Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Penjual Bunga
"Dari penelusuran yang bersangkutan diketahui datang ke Jakarta melalui Bandara Soetta pada tanggal 19 Juli,” katanya.
Di bawah pimpinan AKP Alexander, petugas Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta pun bergerak cepat mencari informasi keberadaan CNN. Pencarian dilakukan ke Jakarta Barat. Benar saja, CNN ditemukan di sebuah rumah kontrakan di daerah Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat. Di sana, CNN rupanya ditemukan telah menikah siri dengan seorang pria berinisial FDL.
Baca juga : Wiranto Tegaskan Nggak Bakal Lindungi Kivlan Zen
"Ditemukan bersama laki-laki yang dikenal dari 2017 lewat media sosial, yang ternyata sudah jadi suami sirinya," ungkapnya.
CNN kemudian beserta keluarganya dan FDL bersedia kembali ke Pangkal Pinang. Kedua belah pihak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. (WAH)