Saat Wilayaj Lain Kekeringan, Petani Padi Organik di Kota Bogor Panen Raya

Ilustrasi tanaman padi. (Foto: net)
Jumat, 26 Juli 2019, 07:59 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Di saat daerah lain banyak yang mengalami gagal panen karena kekeringan, Kelompok Petani Lemah Duhur di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, justru berhasil memanen padi seluas 10 hektare.

"Total lahan padi yang dipanen hari ini seluas 10 hektare. Dengan rincian, 3 hektar lahan sawah ditanami padi organik dan 7 hektar (ditanami) padi biasa. Hasil panennya cukup baik," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bogor Irwan Riyanto.

Baca juga : Ngaku Buat Biaya Bini Lahiran, Cowoj Tangerang Gasak Kotak Amal Masjid

Irwan menyebut, keberhasilan para petani memanen padi di musim kemarau karena kepedulian petani sendiri yang mau menjaga aliran irigasi dan embung (kolam penampung air hujan). "Kaitannya adalah irigasi. Jadi teman-teman petani di sini ikut menjaga irigasi sehingga tidak terjadi kebocoran. Tidak terbelah-belah dan airnya tidak mengalir ke mana-mana. Aliran airnya jadi lebih teratur," kata Irwan, Kamis (25/7/2019).

Irwan menambahkan, total lahan persawahan di Kota Bogor saat ini hanya seluas 320 hektare. Dari 320 hektare itu, 133 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian berkelanjutan dan dilindungi.

Baca juga : Baru Diremajakan, Sejumlah Truk Sampah Kabupaten Bogor Sudah Rusak Lagi

"Total lahan sawah ada 320 hektare, nah yang 133 hektare itu lahan pertanian berkelanjutan yang kita lindungi, sisanya itu milik pt-pt (perusahaan) perorangan yang kemudian digarap oleh masyarakat. Nah yang 133 hektare itu kita pertahankan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat di kota bogor," papar Irwan.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Lemah Duhur Muhamad Aneng menyebut, padi organik yang dipanen hari ini memiliki masa tanam hingga 105 hari. Teraturnya pembagian air irigasi, kata dia, membuat padi mendapat pasokan air secara merata.

Baca juga : Cuaca dan Air Pasang Pengaruhi Ketinggian Banjir di Tanah Bumbu

"Untuk padi organik juga sudah dibuatin embung (kolam penampung air, red). Dan alhamdulillah, musim kemaraunya tidak terlalu ekstrim, jadi sungai di sekitar sini masih ada airnya," katanya.

"Jadi untuk padi, seperti pupuk, dan lainnya tidak ada kendala sampai saat ini. Kendalanya cuma ini tanah garapan, masyarakat cuma menggarap. Sementara pemilik lahannya itu para pengembang," sambungnya. (SOL)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal