LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menegaskan sampai saat ini belum menemukan kasus cacar monyet atau monkeypox. Meski demikian, masyarakat agar tetap waspada penyakit tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat.
Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes mengatakan Dinkes Kabupaten Subang sudah mengirimkan surat kewaspadaan dini terhadap kasus cacar monyet atau monkeypox kepada seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Baca juga : Bangun 52 Dahsat, DKBP3A Kabupaten Serang Klaim Ampuh Tangani Stunting
"Puskesmas agar melaporkan kepada Dinas Kesehatan apabila ada warga mengalami cacar moyet," ucap dr Maxi, S.H, M.HKes kepada awak media di ruang kerjanya di Kabupaten Subang, Selasa (14/11/2023).
Sampai saat ini, tambahnya, Dinkes Kabupaten Subang belum mendapatkan laporan kasus cacar monyet atau monkeypox. "Sampai saat ini belum ada laporan cacar monyet," tegas Ketua IDI Kabupaten Subang, tersebut.
Baca juga : Dinkes Subang Bersama Lintas Sektor dan Komunitas Dorong Percepatan Eliminasi TBC
Meski demikian, lanjutnya, masyarakat tetap harus waspada cacar monyet. Ada tujuh gejala cacar monyet perlu diwaspadai. Warga yang merasakan gejala ini juga diharapkan segera melapor sehingga bisa mendapatkan observasi dan penanganan.
Tanda-tanda ini, antara lain, sakit punggung, nyeri otot, sakit kepala, demam akut (lebih dari 38,5 derajat celsius), terjadi pembengkakan di sekitar leher atau selangkangan, kelemahan tubuh (asthenia), dan terjadi ruam pada kulit serta ditemukan lesi atau luka bernanah di kulit.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Subang Ajak Peserta BPJS Kesehatan Rutin Bayar Iuran
”Penyakit ini mudah terdeteksi, karena khas banget atau beda banget. Penyakit ini menular karena kontak erat, sehingga harus dihindari kontak erat dengan pasien cacar moyet. Selalu jaga kebersihan supaya tidak kena cacar monyet," pesannya. (MGN)