LampuHijau.co.id - Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan, Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB. Gempa tersebut berkedalaman 10 kilometer akibat pergerakan sesar aktif Sorong-Bacan. Akibatnya, ada 971 unit rumah rusak dan 3.104 jiwa terpaksa mengungsi.
Diketahui pula, Kecamatan Gane Timur menjadi salah satu wilayah terparah akibat gempa tersebut. Bantuan pun sulit masuk akibat terputusnya akses jalan. Beruntung, tim Disaster Emergency Response (DER)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mampu menembusnya. Bantuan pun langsung didistribusikan kepada warga di Desa Bisui, Gane Timur pada Rabu (17/7/2019) kemarin.
Baca juga : Demi Keselamatan, Saksi Prabowo-Sandi Bakal Beri Kesaksian Pakai Cara Ini di MK
Bantuan yang dikirimkan yakni makanan pokok, perlengkapan sanitasi, dan perlengkapan bayi. Bantuan itu diberikan di dua titik pengungsian dengan total penerima manfaat mencapai 410 kepala keluarga.
“Alhamdulillah, pendistribusian bantuan berjalan lancar. Namun, sejumlah pengungsi membutuhkan sejumlah keperluan urgen lainnya seperti pasokan air mineral, selimut, dan perlengkapan sanitasi," kata Daryadi dari Tim DER-ACT seperti dikutip news.act.id, Rabu (18/7/2019).
Baca juga : Ramadan, Ikhtiar ACT Menebar Semangat Filantropi dan Menjaring Para Dermawan
Selain bantuan logistik dan kebutuhan mendesak lainnya, ACT juga melakukan assessment guna memulihkan kondisi para pengungsi. Meski diakui Daryadi, medan menuju lokasoi terdampak sangat sulit, seperti juga saat menuju Desa Bisui. Jarak yang jauh, banyaknya jembatan putus dan rusak berat, membuat tim harus memutar otak dan mencari jalan lain guna ke lokasi.
Selain itu, lanjut Daryadi, jalur telepon seluler serta jaringan internet yang minim membuat pihaknya kesulitan saat berkomunikasi maupun koordinasi. Namun, Tim ACT masih terus berupaya membantu dan membersamai para korban gempa. Tim juga masih terus berusaha maksimal menjangkau lokasi-lokasi terdampak gempa lainnya. (Yud)