Dinkes Subang Bersama Lintas Sektor dan Komunitas Dorong Percepatan Eliminasi TBC

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes bersama anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Subang Muhammad Julian Robert, Koordinator Program TBC Komunitas Kabupaten Subang Irfan Maulana, lintas sektor dan saat kegiatan Pertemuan Komunitas dan Pemangku Kepentingan Jejaring DPPM untuk Optimalisasi Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Layanan TBC di Grant Hotel Subang, Kamis, 19 Oktober 2023. FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Kamis, 19 Oktober 2023, 11:19 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mengajak lintas sektoral untuk berperan serta dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC), karena banyak hal yang memperlukan kolaborasi lintas sektoral.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes mengatakan TBC salah satu penyakit lama yang kembali banyak diderita warga, karena menular langsung kepada sesama manusia.

Makanya, lanjut dia, TBC menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Setiap jam, 14 orang wafat atau setara 100 ribu orang dalam setahunnya, sehingga berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat.

Makin banyak orang terkena TBC, kata Ketua IDI Kabupaten Subang tersebut, maka produktivitasnya menurun, bahkan bisa kehilangan pekerjaan, sehingga harus mengakselerasi penanggulangan TBC.

Penanggulangan TBC tidak hanya sarana kesehatan pemerintah tapi juga sarana kesehatan swasta. Selain itu, tidak hanya orang kesehatan, tapi juga lintas sektoral.

Baca juga : Samsat Subang Beri Bantuan 5 Tangki Air Bersih kepada Warga Desa Palasari

Karena, menurutnya, orang kesehatan hanya bisa melakukan diagnostik dan pengobatan. Namun, penderita TBC ada yang tidak mampu. Meski obat gratis, bisa saja yang tidak mampu tidak datang untuk ambil obat.

"Obat TBC gratis, tapi orang tidak mampu bisa saja tidak ambil obat karena tidak ada transport, dan makannya kurang bergizi, sehingga butuh peran Baznas dan Dinsos bantu warga secara ekonomi," ujarnya.

Makanya, tambahnya, dilakukan pertemuan komunitas dan pemangku kepentingan untuk pemenuhan SPM layanan TBC di Kabupaten Subang untuk menemukan pasien TBC, lalu diobati sampai sembuh.

"Jangan sampai ada pasien yang putus obat, sehingga jadi TBC kebal obat. Itu sangat berbahaya karena pengobatannya mahal. Satu pasien biayanya bisa Rp250 juta. Itu yang kita cegah," ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Subang Muhammad Julian Robert mendukung pengentasan TBC, karena penyakit tersebut bahaya bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Subang.

Baca juga : Dinkes Subang Akan Terapkan Meteor Ellon di Puskesmas

"Komisi IV sangat mendukung pengentasan TBC," ucap wakil rakyat dari PKS asal daerah pemilihan (Dapil) 7 Subang meliputi Kecamatan Purwadadi, Cikaum, Binong dan Tambakdahan, tersebut.

Saat ini, tambah Muhammad Julian Robert, sudah ada 11 fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Subang yang sudah ditunjang alat canggih yang bisa mendeteksi secara langsung dan cepat penyakit tersebut.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar tidak ragu-ragu berobat bila menderita TBC, apalagi obat TBC gratis. "Karena, pada tahun 2030, ditargetkan yang menderita TBC bisa berkurang," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Program TBC Komunitas Kabupaten Subang Irfan Maulana mengatakan Komunitas Penabulu- STPI Kabupaten Subang sebagai organisasi masyarakat melalui kader TBC turut membantu upaya eliminasi TBC.

"Kader-kader TBC Komunitas ini tersebar di semua puskesmas di Subang, mereka aktif melakukan sosialisasi edukasi dan investigasi kontak sebagai upaya deteksi dini kasus TBC," ucap Irfan Maulana.

Baca juga : Polres Subang Bersama Pemdes Ciater Susun Struktur Kepengurusan Kampung Bebas Narkoba

Komunitas Penabulu-STPI, tambahnya, juga komitmen bersama Dinkes Subang untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan di bentuknya satuan tugas (satgas) penanggulangan TBC di Kabupaten Subang.

"Dengan terlaksananya pertemuan multi sektor ini, upaya eliminasi TBC di Kabupaten Subang semakin terukur dan bisa bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal