Anak Usia 9 Tahun Derita Difteri, Dinkes Kabupaten Subang Tetapkan KLB

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes saat di Kampus Universitas Subang, Selasa (3/10/2023). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Selasa, 3 Oktober 2023, 18:49 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Status tersebut ditetapkan setelah ditemukannya anak laki-laki berusia 9 tahun di Kecamatan Pamanukan, MZ yang menderita difteri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, S.H, M.HKes menjelaskan anak laki-laki derita difteri merupakan kasus yang pertama ditemukan di Kabupaten Subang sehingga ditetapkan sebagai KLB difteri.

Anak tersebut, tambahnya, diketahui derita difteri setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rumah sakit tersebut memberi informasi kepada dinasnya.

Baca juga : Peserta BPJS Kesehatan di Atas 95 Persen, Kabupaten Subang Raih UHC Award 2023

Hal tersebut sudah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan. Selain itu, pihak Puskesmas Pamanukan sudah turun ke lapangan untuk data siapa saja melakukan kontak erat dengan anak tersebut.

"Mereka yang kontak erat akan dilacak semua, kalau ada yang positif, maka akan diobati, karena penyakit tersebut bahaya bisa menular kepada yang lain," ucap dr Maxi, S.H, M.HKes, Selasa (03/10/2023).

Penyakit tersebut, tambahnya, sudah ada obatnya. Sehingga yang positif terpapar difteri akan segera diobati. Ciri-ciri yang menderita penyakit difteri merasakan radang tenggorokan dan nafas sesak.

Baca juga : Narkoba Bahaya Bagi Kesehatan, Dinkes Subang Dukung KBN di Desa Ciater

"Dia (anak tersebut) sudah melakukan imunisasi lengkap, mungkin terkena penyakit difteri karena pengaruh kekuatan bakterinya dan daya tahan tubuhnya lemah," ucap Ketua IDI Kabupaten Subang, tersebut.

Maka dari itu, kata dia, setelah diketahui siapa saja yang melakukan kontak erat dengan anak tersebut, besok akan diberikan terapi pencegahan difteri dengan tujuan supaya tidak menyebar di ring 1.

Selain itu, tambahnya, pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk Outbreak Response Immunization (ORI) putaran pertama sebagai upaya pengendalian KLB Difteri.

Baca juga : Dilantik Saat Tasyakuran HUT ke-78 RI, Berikut Pengurus MUI Kabupaten Subang

"Kalau ada instruksi dari Kementerian Kesehatan harus melakukan ORI, tentunya akan kami kerjakan. Tergantung kepada keputusan dari Kementerian Kesehatan," ucap pemilik Klinik Happy Healthy, tersebut.

Saat ini anak derita difteri masih menjalani perawatan medis di RSHS Bandung. "Anak tersebut sekarang masih perawatan di RSHS Bandung. Kami akan terus memantau perkembangannya," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal