Tekan Angka Stunting, Muslimat NU Jadi Bunda Asuh Anak Stunting

Bupati Cirebon Imron Rosyadi di Pendopo Bupati Cirebon, Jawa Barat, Minggu (23/7/2023). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Rabu, 26 Juli 2023, 20:09 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pada momentum Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-77 tahun 2023 kali ini mengusung tema “Menguatkan Peran Muslimat NU dalam Pembangunan Peradaban” sekaligus melaunching peran Muslimat NU sebagai bunda asuh anak stunting.

Agenda yang dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si beserta jajaran berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Minggu (23/7/2023) kemarin.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi program yang digagas oleh Muslimat NU ini. Bahkan, pihaknya menyambut baik apa yang dilakukan oleh Muslimat NU, yaitu melaunching bunda asuh bagi anak-anak stunting di Kabupaten Cirebon.

Baca juga : Dalam Waktu Singkat, Gubuk Reyot Nenek Buta Diubah Jadi Rumah Layak Huni

Imron berharap, kerjasama ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon.

"Harapan saya kepada Muslimat NU, bahwa MoU ini memang benar-benar terlaksana sampai ke daerah-daerah, karena stunting perlu pendampingan dari keluarga," harap Imron.

Imron mengaku, anak bisa menjadi stunting biasanya terjadi pada orangtua yang kurang mengerti cara menangani dan perilaku perhatian terhadap anak.

Baca juga : Tahun 2024, Pemprov Banten Targetkan Angka Stunting Di Bawah 14%

"Maka, dengan adanya Muslimat NU menjadi bunda asuh ini, diharapkan edukasi kepada masyarakat ini jadi lebih maksimal, dan angka stunting di Kabupaten Cirebon bisa lebih cepat turun," ujar Imron.

Lebih lanjut Imron mengatakan, menangani anak-anak stunting dan ibu hamil muda itu perlu penyuluhan dan bimbingan lebih, agar mereka mengerti.

"Seperti apa yang diungkapkan Ketua Umum PP Muslimat NU, bahwa dalam kehidupan awal itu bukan berarti lahir, tapi ketika awal bercampurnya hormon, lalu 40 hari menjadi janin, itulah kehidupan pertama yang harus diperhatikan supaya ketika melahirkan nanti sehat," pungkasnya.

Baca juga : Sukseskan Zero Stunting, Kapolres Subang Kembali Beri Bantuan kepada Anak Asuh

Sementara, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengungkapkan, pada agenda ini ada substansi yang diusung, yaitu bagaimana ibu-ibu Muslimat NU ini bisa menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting, mulai dari proses bulan timbang dan seterusnya, juga bisa mengintervensi dengan berbagai asupan gizi yang dibutuhkan.

"Ranting dan anak ranting Muslimat NU tadi sudah dikukuhkan untuk mereka bersiap menjadi bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Apalagi, partnership Muslimat NU adalah dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah sudah nyambung dari dulu, dan sekarang dengan DPPKBP3A," kata Khofifah.

"Mereka yang bisa memberikan partnership dengan apa yang menjadi tugas besar bangsa Indonesia hari ini, antara lain adalah menurunkan stunting lebih signifikan lagi di tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal