LampuHijau.co.id - Virus chikungunya menjangkiti puluhan orang di Kampung Pasarean, RT03/01 Desa Pasarean, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Virus sudah menyerang warga sejak bulan puasa lalu. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor belum menyebut kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Virus berasal dari gigitan nyamuk itu, sudah menyerang warga sejak bulan puasa kemarin. Bukan hanya orang dewasa, virus itu pun menyerang balita dan anak-anak. Dinkes Kabupaten Bogor mencatat, di kampung itu terdapat 80 orang terjangkit virus yang memiliki kemiripan dengan Demam Berdarah (DB).
Baca juga : Baru Diremajakan, Sejumlah Truk Sampah Kabupaten Bogor Sudah Rusak Lagi
“Belum KLB. Cuma ada peningkatan kasus saja. Sebetulnya sejak Mei kita sudah lakukan penyuluhan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), abatisasi, hingga fogging,” ujar Kadinkes Kabupaten Bogor Mike Kaltarina, Senin (8/7/2019).
Dinkes pun mendirikan posko kesehatan khusus untuk memantau sebaran virus ini, dengan terus mendorong masyarakat setempat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Posko itu akan terus ada sampai ada penurunan kasus. Kita juga ambil sampel dari salah satu pasien untuk mengetahui lebih lanjut virus itu,” kata Mike.
Baca juga : Gudang Miras Impor di Taman Tekno Tangerang Digerebek Satpol PP
Dia dia pun mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai musim kemarau seperti saat ini, karena menurutnya nyamuk berkembang biak pada cuaca seperti saat ini. “Saya juga akan beri surat edaran ke seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan di musim seperti ini. Supaya tidak terjadi di tempat lain,” lanjutnya.
Warga sekitar, Yoki (40), mengatakan banyak warga mengalami kaku pada persendian di sekujur tubuhnya. Selain beku, virus tersebut membuat badan lemas dan tidak melakukan aktivitasnya sehari-hari. “Kurang lebih 100 orang terkena virus, ini juga baru satu RW. Kalau tidak ditangani, bisa merambat ke kampung lainnya,” bebernya.
Baca juga : Punya Latar Belakang Farmasi, Cowok di Tangerang Bikin Pabrik Ciu
Kepala Desa Pasarean Dedi Furkon membenarkan adanya warga yang mengalami badan lemas serta persendian yang mengakibatkan badan tidak bergerak. “Iyah, saat ini sudah ditangani oleh Puskesmas, insha Allah besok akan dilakukan pemeriksaan di halaman desa,” katanya. (DIR)