LampuHijau.co.id - Politisi Partai Gerindra Retno Noviastuti sangat prihatin dengan Rumsari, warga Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Rumsari yang mengaku sedang sakit dan ingin pulang, tapi dipaksa bekerja oleh agen di Irak. Selain itu, gajinya selama 19 bulan diduga dirampas oleh agen. Pengakuan Rumsari melalui video viral di media sosial.
Baca juga : Warga Subang Jadi Korban TPPO, Politisi Partai Buruh: Pelaku Harus Dihukum Setimpal
"Sangat memprihatinkan dan semoga tidak akan terlulang lagi. Pelakunya harus diproses hukum agar tidak ada lagi korban," ucap Retno Noviastuti kepada Lampu Hijau di Kabupaten Subang, tadi malam.
Menurut calon anggota DPRD Kabupaten Subang tersebut masalah perdagangan orang perlu jadi perhatian bersama, terlebih kebanyakan yang menjadi korban adalah perempuan dan anak di bawah umur.
"Kita wajib membekali diri dengan pengetahuan, kewaspadaan, dan keberanian, dan perbanyak informasi soal modus sejenis supaya tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, bila datang orang yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri, harus mengecek terlebih dahulu terkait dengan perusahaannya di Disnakertrans ESDM Kabupaten Subang terdaftar atau tidaknya.
Baca juga : Terjebak di Irak, Warga Subang Jadi Korban TPPO, Kondisinya Sakit-sakitan
"Tingkatkan kewaspadaan karena masih marak praktik perdagangan orang," ucap calon anggota DPRD Kabupaten Subang dari Dapil Subang 4 meliputi Kecamatan Patokbeusi, Ciasem dan Blanakan.
Disnakertrans ESDM Kabupaten Subang, pintanya agar mengecek secara rutin perusahaan-perusahaan atau agen penyalur tenaga kerja agar mereka selalu patuh dengan aturan yang berlaku. (MGN)