LampuHijau.co.id - Rumsari diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) membuat prihatin banyak pihak. Karena, warga Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, itu terjebak di Irak.
Wanita berusia 45 tahun tersebut mengaku sedang sakit dan ingin pulang, tapi dipaksa bekerja oleh agen. Selain itu, gajinya selama 19 bulan diduga dirampas oleh agen. Hal tersebut viral di media sosial (medsos).
Rasa prihatin terhadap kondisi Rumsari salah satunya disampaikan politisi Partai Buruh Kabupaten Subang, Melinda Solihati Mulyadi, pada Senin, 17 Juli 2023 malam.
"Saya sangat prihatin sekali dengan kondisi Rumsari yang berada di Irak. Di sana malah menjadi korban TPPO dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dalam keadaan sakit-sakitan," ucap Melinda.
Padahal, lanjut calon anggota DPRD Kabupaten Subang tersebut, Rumsari yang merupakan pahlawan devisa negara buruh perempuan berjuang merantau demi keluarganya di Tanah Air.
"Saya harap kepada Disnakertrans ESDM Subang dan pemerintahaan pusat untuk segara menangani kasus ini," ucap calon anggota DPRD Kabupaten Subang di daerah pemilihan (Dapil) Subang 4 yang meliputi Patokbeusi, Ciasem dan Blanakan, tersebut.
Baca juga : Terjebak di Irak, Warga Subang Jadi Korban TPPO, Kondisinya Sakit-sakitan
Rumsari tercatat sebagai warga Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, kata alumnus SMA Sudirman Purwadadi tersebut termasuk di dapil 4 Subang atau berada di dapilnya.
"Semoga nanti kalau dari Partai Buruh ada yang duduk di DPRD Subang, saya akan segera menangani dengan cepat karena ini menyangkut nyawa seseorang. Negara berhak melindungi warganya," ujarnya.
Untuk saat ini, kata Melinda, hanya bisa berdoa yang terbaik buat Rumsari. "Semoga bisa mendapatkan pertolongan dan ditangani secepatnya," doanya.
Baca juga : Kapolres Subang Ajak Santri Ponpes dan Pelajar SMA Sederajat Ikut Lomba Adzan
Melinda pun berharap pelaku TPPO diproses hukum. "Semoga segera diusut kasusnya. Beri hukuman yang setimpal buat pelakunya dan bikin efek jera, supaya tidak ada korban berikutnya," ujarnya. (MGN)