LampuHijau.co.id - Pasca terjadinya insiden tabrakan antara angkot dan KAI Commuter Line di perlintasan Jalan Rawa Indah, Bojong Pondok Terong, Cipayung pada hari Jumat (16/6/2023). Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meyetujui penutupan yang dilakukan oleh PT KAI di pintu perlintasan liar di KM 35+4/5 Lintas Depok- Citayam.
"Iya, karena sudah beberapa kali terjadi insiden seperti itu, kita tidak mau terulang lah. Saya pun kalo lewat sana ngeri," kata Wali Kota Depok mohammad Idris saat ditemui di Alun-alun Kota Depok, Senin (19/6/2023).
Idris menambahkan saat ini sudah mengerahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok (Disrumkim) untuk mencarikan jalan alternatif bagi warga yang terkena imbas dari penutupan tersebut.
Baca juga : Kapolsek Cipeundeuy Perintahkan Polisi RW Lebih Dekat dengan Masyarakat
"Pertama, itu kan sebenarnya sudah lama diminta oleh pusat PT KAI agar kami melakukan penutupan tersebut. Saya minta putusan dari PT KAI nanti kita realisasikan ketika berkomunikasi dengan warga, warga waktu itu sudah sempat kita kumpulkan. Mereka minta jalan alternatif, Jadi, sekarang sudah saya arahkan agar Dishub bekerjasama dengan Disrumkim untuk mencari jalan alternatif bagi warga," ungkapnya.
Warga Minta Perlintasan Tidak Ditutup Permanen
Sementara itu warga setempat, Dewi ( 42 tahun) meminta agar perlintasan tersebut tidak ditutup permanen, sebab menjadi akses utama warga setempat.
Baca juga : Pemkot Depok Akan Aktifkan Kembali SSA di Jalan Nusantara
"Kalau memutar lebih jauh, kan bikin repot warga juga nantinya, Pokoknya diupayakan bagaimana, biar pintu kereta ini tidak ditutup," ucap Dewi.
Warga setempat, Doni (59 tahun), menambahkan, sebelumnya April 2022 juga terjadi insiden kecelakaan antara mobil dengan KRL Commuter line di pintu kereta Rawa Geni.
"Saat itu sekitar sebulanan ditutup," kata Doni.
Baca juga : Camat Kepulauan Seribu Selatan Salurkan 300 Paket Sembako Untuk Warga Miskin
Imbasnya terjadi kemacetan di jalan-jalan kampung, sehingga warga meminta untuk dibuka kembali. "Itu kalau jam pulang kerja macetnya sampai Cagar Alam, akhirnya dibuka lagi, kita sih sebagai warga minta akses ini tidak ditutup permanen," ucap Doni. HEN