LampuHijau.co.id - Puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berada di Ponpes Roudlotul Ulum 2, Desa Cintamekar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang dapat sarung, kaos dan handuk yang baru.
Mereka mendapatkan sarung, kaos dan handuk baru dari Bripka Erik Syafrudinsyam. Bhabinkamtibmas Desa Cintamekar tersebut merupakan orang yang turut merawat pasien ODGJ sejak 2020 silam.
Alumnus SMK Angkasa 1 Kalijati tersebut saat memberikan sarung, kaos dan handuk baru kepada puluhan ODGJ bersama dengan Kapolsek Sagalaherang Polres Subang Iptu Irfan Taufik Firmansyah.
Puluhan ODGJ tersebut memakai sarung, kaos dan handuk baru dibantu Bripka Erik Syafrudinsyam dan Iptu Irfan Taufik Firmansyah. Mereka patuh kepada dua anak buah Kapolres Subang AKBP Sumarni.
Baca juga : Sukseskan Zero Stunting, Kapolres Subang Kembali Beri Bantuan kepada Anak Asuh
Bripka Erik Syafrudinsyam sendiri turun tangan menangani pasien ODGJ berawal saat piket di Polsek Sagalaherang ada keluhan terkait ODGJ yang meresahkan dan membahayakan masyarakat sekitar.
Alumnus SLTPN 2 Sagalaherang tersebut kemudian putar otak karena tidak mungkin ODGJ diamankan di Polsek Sagalaherang. Akhirnya, ada pondok pesantrean (ponpes) dibangun jauh dari pemukiman penduduk.
Ponpes tersebut adalah Ponpes Roudlotul Ulum 2 di Desa Cintamekar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Di ponpes ini, ODGJ dirawat agar tidak meresahkan masyarakat sekitar. ODGJ yang ditemukan masyarakat dibawa ke ponpes tersebut untuk dirawat.
Mereka mendapatkan edukasi menanam tanaman, mencuci baju, ternak domba, kebersihan kamar, mengaji dan hal lainnya. "Mereka jadi ODGJ karena ketergantungan obat atau lem, game online, dan depresi. Saya turun membantu pak Ustad untuk merawat ODGJ," ucap Bripka Erik Syafrudinsyam.
Baca juga : Bupati Subang Bersama Kapolres dan Dandim Cek Korban Banjir di Tiga Desa
Langkah alumnus SDN Ponggang tersebut perlahan nan pasti berbuah manis. Pasien ODGJ yang dirawatnya perlahan lahan kondisinya membaik. Yang tidak bisa bicara jadi bicara, yang marah-marah jadi stabil.
"Saya bangga, dulu pasien ODGJ ngamuk dan mengancam keselamatan masyarakat, setelah ditangani dan dirawat dengan baik, akhirnya mereka terlihat ada perubahan," ucap suami dari Asti Pujawati, tersebut.
Ayah dua anak tersebut makin semangat membantu merawat pasien ODGJ sampai saat ini. Apalagi, berbagai pihak termasuk tokoh masyarakat dan pimpinannya mendukung langkahnya tersebut.
"Saya berharap masyarakat terus bantu dan kerja sama dalam merawat pasien ODGJ. Karena ODGJ bukan untuk dibuang, tapi dirawat, apalagi sekarang sudah ada tempat untuk merawat ODGJ," harapannya.
Baca juga : Dukung Ekonomi Desa Siluman, Kapolres Subang Kunjungi Sentra Pengrajin Mebel
Kapolsek Sagalaherang Iptu Irfan Taufik Firmansyah merasa bangga dengan Bripka Erik Syafrudinsyam yang turut membantu menangani pasien ODGJ. "Saya bangga dan mendukung langkah Bripka Erik," ucapnya.
Mantan Kasie Dokkes Polres Subang ini menilai langkah yang dilakukan Bripka Erik Syafrudinsyam bentuk perhatian dan kepedulian polisi terhadap ODGJ agar bisa sembuh seperti manusia normal lainnya.
Kepala Polres Subang AKBP Sumarni pun bangga terhadap Bripka Erik Syafrudinsyam yang bantu merawat ODGJ. Karena, meski ODGJ, tetap mereka tetap berhak untuk dapat perhatian dan kepedulian sesama.
"Semoga dengan Bripka Erik Syafrudinsyam bantu merawat pasien ODGJ, masyarakat semakin merasakan manfaat dari kehadiran polisi dan polisi selalu ada di hati masyarakat," harapannya. (MGN)