LampuHijau.co.id - Pelajar agar terus semangat raih cita-cita setinggi-tingginya dengan berusaha, dan lakukan yang terbaik, serta berdoa kepada Allah SWT. Keterbatasan biaya jangan jadi penghambat dalam meraih cita-cita.
Pamin Doklitur Sekpri Kapolri Spripim Polri Iptu Novita Rindi menyampaikan Soekarno pernah berkata "Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang".
Dari yang disampaikan Soekarno, lanjut Iptu Novita Rindi, maknanya jangan takut bermimpi atau merasa cita-citanya ketinggian.
"Bermimpilah setinggi-tingginya dan berusahalah menggapainya dengan terus berusaha dan lakukan yang terbaik, serta jangan lupa berdoa," ucap Iptu Novita Rindi kepada Lampu Hijau, Rabu (07/06/2023).
Untuk itu, Iptu Novita Rindi mengajak pelajar selalu belajar dengan giat, jangan sia-siakan waktu karena masa-masa sekolah merupakan golden time atau waktu emas yang menentukan masa depan.
Baca juga : PPP Bantah Aliran Suap Bupati Pemalang untuk Muktamar
"Ingat belajar bisa dari mana saja, terlebih sekarang semua serba online. Jadi bisa kursus online, download soal-soal online, atau lihat youtube. Banyak banget caranya," ucap wanita kelahiran 15 November 1993.
Iptu Novita Rindi berpesan pelajar jangan bosan sama yang namanya belajar. Pelajar harus ingat ilmu padi, semakin merunduk semakin berisi. Jangan cepat puas dengan ilmu, karena kita tidak ada apa-apanya.
"Belajar, belajar, belajar jangan pernah bosan sampai tua karena masih banyak hal-hal yang mesti kita pelajari di dunia dan tidak selalu tentang pelajaran, bisa belajar etika, kehidupan dan lainnya," pesannya.
Maka dari itu, pesan Iptu Novita Rindi, bila pelajar telah lulus SMA sederajat kemudian berniat menikah sebaiknya pertimbangkan baik buruknya, konsekuensinya, dan kesehatannya baik fisik maupun mental.
"Apakah yang laki-laki siap cari nafkah untuk keluarga, dan yang perempuan siap mengurus rumah. Kalau sudah dipertimbangkan dan siap ya silahkan saja, namun jangan sampai menyesal nantinya karena waktu tidak bisa diulang," ucapnya.
Baca juga : Bus Kecelakaan di Guci Tegal, Satu Orang Wafat, Satu Luka Berat dan 35 Luka Ringan
Untuk itu, pesan Iptu Novita Rindi, bilamana belum siap untuk menikah sebaiknya tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekalipun ada keterbatasan materi agar tetap bisa meraih cita-cita.
Iptu Novita Rindi pun pernah mengalami keterbatasan biaya. Makanya, saat lulus SMA, ia sempat dilema karena orang tuanya tidak memiliki biaya yang cukup untuk pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
Padahal, ia pada tahun 2011 sempat diterima Universitas Padjajaran (UNPAD) jurusan Hubungan Internasional (HI), karena alasan keterbatasan biaya, dia memilih mundur dan mencari sekolah kedinasan.
"Karena memang saat itu kondisi keluarga memang lagi tidak baik. Saya itu tidak ada biaya dan masih banyak adik yang kecil-kecil sehingga kemudian saya mencari sekolah kedinasan," ucapnya.
Ketika itu, ia berpikir dengan cita-citanya yang dahulu ingin menjadi seorang polisi wanita (Polwan). Alhasil, dia pun berjuang mengikuti seleksi Akpol pada tahun 2011 yang juga merupakan sekolah kedinasan.
Baca juga : Kapolsek Setiabudi Gerak Cepat Jalankan Perintah Kapolri Amankan Rumah Ditinggal Mudik
Pada saat pendaftaran yang pertama kali, ia langsung diterima di Akpol. "Akpol ini saya ingin dari dulu. Alhamdulillah masuk dilancarkan sama Allah SWT tahun 2011 masuk dan lulus tahun 2015," ucapnya.
Ia menuturkan menjadi seorang polwan memang telah menjadi impiannya sejak dulu. Selain itu, orang tuanya juga mengharapkan anaknya bisa menjadi bagian dari korps Bhayangkara.
Motivasinya, lanjut dia, pertama itu cita-cita waktu kecil, saat peragaan TK memakai baju Polwan. Terus yang kedua, ia ingin menjadi kebanggaan bagi orang tuanya.
"Karena saya berasal dari orang yang tidak punya. Jadi, saya sangat berusaha sebisa mungkin mengejar mimpi saya tersebut. Alhamdulillah cita-cita tersebut bisa terwujud," pungkasnya. (MGN)