LampuHijau.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menggelar simulasi Gempa Bumi Sesar Lembang yang melibatkan 29 unsur instansi pemerintah dan non pemerintah di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Jawa Barat pun terlibat dalam simulasi penanganan bencana Gempa Sesar Lembang. Sesar Lembang membentang dari Gunung Manglayang Bandung Timur, hingga Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat, yang memiliki panjang sekitar 27 hingga 29 kilometer dengan kedalaman 20 kilometer. Makanya, BPBD Jawa Barat melakukan simulasi penanganan Gempa Sesar Lembang.
ATB Jawa Barat mengirimkan 10 orang anggota yang terbagi menjadi 5 tim Alpa, Bravo, Charlie, Delta, dan Echo. Simulasi gempa bumi berlangsung pada 31 Mei 2023 yang mana sehari sebelumnya melakukan gladi terlebih dahulu.
Baca juga : Suara Emas Bupati, Kapolres dan Dandim Subang Perkokoh Sinergitas TNI-Polri
ATB Jawa Barat adalah perhimpunan apoteker yang konsen terhadap aksi sosial kebencanaan yang didirikan pada Tahun 2017 silam dan menjadi pionir ATB di Indonesia, sehingga saat ini telah diikuti 12 provinsi lain dalam mendirikan ATB.
ATB Jawa Barat juga fokus pada tugasnya dalam klaster Logistik yang sudah masuk ke dalam SK Gubernur Jawa Barat, no.380/Kep.627-BPBD/2022 Tentang Klaster Logistik Penanganan Bencana Daerah Provinsi Jabar juga dapat meningkatkan kapasitas dalam potensi kerelawanan lain, sehingga peran ATB dalam kebencanaan dapat benar-benar bermanfaat.
ATB merupakan perhimpunan dibawah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Apt. Virda Emerita Winestri, S.Farm satu satunya perwakilan dari apoteker Kabupaten Subang telah dilantik sebagai anggota ATB Jawa Barat pada tanggal 14 Mei 2023.
Apt. Virda Emerita Winestri, S.Farm masuk dalam Tim Charlie bertugas mengevakuasi korban longsor yang tertimbun reruntuhan dalam simulasi penanganan gempa bumi Sesar Lembang. tersebut.
Baca juga : Pos Pelayanan Nataru di Rest Area 102A Cipali Subang Sediakan Aneka Fasilitas
Menurut Apt. Virda Emerita Winestri, S.Farm, simulasi gempa bumi ini dirasa perlu untuk dilakukan secara berkala, guna mengaktivasi sistem peringatan dini, rencana kontijensi, serta kesiapsiagaan personel.
Hal tersebut, lanjut alumnus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini, karena melihat potensi bencana alam gempa bumi yang cukup besar di Sesar Lembang, terlebih sesar tersebut merupakan lokasi padat penduduk.
Selain itu, kata alumni SMAN 1 Purwadadi tersebut, dengan adanya simulasi ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga terkait bahaya yang ada di sekitarnya. Setelah warga mengetahui potensi bencana yang ada di sekitarnya.
Hal itu, tambahnya dapat mengurangi dampak resiko bilamana terjadi bencana, masyarakat siap untuk selamat, karena sudah tahu yang harus mereka perbuat, mulai dari evakuasi diri ke mana, titik kumpul di mana dan sebagainya.
Baca juga : Dinkes Kabupaten Subang Terima Penghargaan dari Gubernur Jabar
"Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat serta potensi relawan dalam penanganan bencana yang bisa terjadi kapan saja, sehingga proses penanganan, komunikasi, dan evakuasi pada masa bencana dapat berjalan baik," ucapnya, Sabtu (3/6/2023).
Dalam peranannya ATB di lokasi bencana bertanggung jawab dalam mengelola logistik obat-obatan, BMHP dan alat kesehatan baik yang masuk dari bantuan pemerintah, donasi swasta untuk didistribusikan kepada penyintas bencana ataupun ke posko-posko kesehatan di wilayah terdampak bencana, sehingga obat-obatan, BMHP dan Alkesnya terjamin keamanan dan mutunya, serta memastikan kebutuhan-kebutuuan logistik tersebut dapat tersebar merata.
"Untuk itu, saya berharap nantinya teman- teman apoteker Subang juga tergerak hatinya untuk mengikuti kegiatan ini," ucap alumni SD Negeri 2 Purwadadi tersebut. (MGN)