Pantura Kurang Terurus, Anggota DPR RI Fraksi PKS Dukung Pemekaran Subang

Anggota DPR RI Dapil Jabar IX meliputi Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) Nurhasan Zaidi saat berada di Desa Kawunganten, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Rabu (31/05/2023). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Rabu, 31 Mei 2023, 21:59 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI Dapil Jabar IX meliputi Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) Nurhasan Zaidi mendukung Kabupaten Subang untuk dimekarkan agar masyarakat mengalami peningkatan kesejahteraan.

"Kabupaten Subang harus dibagi dua karena wilayahnya terlalu luas sehingga kurang terurus," ucap Nurhasan Zaidi saat berada di Desa Kawunganten, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Rabu (31/05/2023).

Menurut politikus PKS tersebut, dengan Kabupaten Subang dibagi dua tentunya berdampak positif terhadap masyarakat, karena akan diurus dua bupati, dua wakil bupati, kepala dinas serta segalanya dua.

Baca juga : Kapolsek Pagaden Bangga Anggotanya Raih Penghargaan dari Kapolres Subang

"Saya sedih lihat pantura karena desa - desa tidak terurus, anggarannya, sumber daya manusia dan perhatiannya kurang. Mudah - mudahan Subang segera dibagi dua setelah pemilu 2024," ucap Nurhasan Zaidi.

Maka dari itu, anggota Komisi VII DPR RI tersebut perlu wakil rakyat yang dukung pemekaran Kabupaten Subang. "Karena ini kebijakan politik, harus wakil rakyat yang peduli kepada masyarakat," ucapnya.

Pemekaran ini, tambahnya, merupakan pekerjaan bersama tidak hanya wakil rakyat saja. "Ini pekerjaan kita, harus kerja keras untuk pengembangan daerah. Mari kita kolaborasi dan bekerja sama," ajakanya.

Baca juga : Primanti : Keluarga Kreatif Kota Depok Mendukung Program Mendag

Kolaborasi dan kerja sama, menurutnya, sangat penting karena Kabupaten Subang akan semakin berkembang. Ada Pelabuhan Patimban, Tol Cipali dan Kawasan Industri akan meningkatkan arus manusia.

"Arus manusia tentu akan meningkat seiring perkembangan daerah, sehingga harus disambut dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar tidak hanya menjadi penonton saja," ucapnya.

Peluang tersebut tentunya harus ditangkap oleh semua pihak termasuk pemerintah desa. Dengan dukungan anggaran, desa agar mengembangkan potensi desa, sumberdaya manusia dan home industri.

Baca juga : Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Desa Anggasari Butuh Kepedulian Pemerintah

"Sumberdaya manusia harus kokoh, dengan keterampilan di bidang kuliner, seni budaya, pariwisata dan lainnya. Jadi pemberdayaan di desa sangat penting untuk menghadapi bonus demografi," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal