LampuHijau.co.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku komoditas terlibat Sistem Resi Gudang (SRG) agar merasakan manfaat dari mekanisme penyimpanan komoditas, sehingga meningkatkan perekonomiannya.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan SRG untuk membantu pelaku komoditas, salah satunya petani, nelayan dan lainnya. Karena, ini bisa dipakai instrumen tunda jual bagi mereka.
Mereka bisa simpan komoditas di gudang diberikan oleh Kemendag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada daerah. Saat harga naik, mereka bisa komoditas tersimpan di SRG.
Baca juga : Begini Saran Pengamat Atasi Kelemahan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
Selain itu, mereka dapat kredit pembiayaan dari perbankan dengan jaminan barang yang disimpan di gudang. "Itu jadi tambahan modal para pelaku komoditas," ucap Jerry Sambuaga di Subang, Senin (22/05/2023).
SRG yang awalnya hanya fokus untuk menjamin ketersediaanpasokan komoditas khususnya bahan pangan dalam negeri, saat ini juga berorientasi ekspor. Tadi pun melakukan pelepasan ekspor komoditas.
"SRG konsep yang luar biasa yang memberi manfaat yang sangat konkret kepada masyarakat, khususnya pelaku komoditas dan para petani. Sampai saat ini, ada 20 komoditas yang bisa SRG," ucapnya.
Baca juga : Dinkes Subang Imbau Masyarakat Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter
Untuk itu, Jerry Sambuaga berharap pelaku komoditas manfaatkan SRG dengan baik karena untuk di Kabupaten Subang ada empat gudang SRG. "Mudah-mudahan ke depannya bisa bertambah," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan SRG merupakan program Kemendag yang menyentuh langsung kepada masyarakat, dan sudah jelas penerima manfaatnya.
Sayangnya, lanjut Didid, SRG belum tersosialisasikan secara nasional, padahal potensinya besar sekali. Sebenarnya, bisa memperoleh manfaat yang lebih jika ekosistem SRG bangun lebih baik.
Baca juga : Kadinkes Subang Beri Bantuan kepada Anak Kembar Siam Berusia 4,5 Tahun
"SRG tidak hanya sektor hulu saja, tapi hilirnya kita ekspor. Ekspor karena komoditas di SRG sudah berstandar dan pembiayaannya pun mudah. SRG menjadi kebangkitan dan penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Thara Jaya Niaga Diyan Anggraini menyampaikan terima kasih kepada Kemendag memilih tempatnya untuk pelaksanaan acara Bulan Literasi SRG dan Pasar Lelang Komoditas (PLK).
"Kami berterima kasih sekali dalam hal ini telah ditunjuk selaku tuan rumah di dalam pelaksanaan Bulan Literasi SRG dan PLK," pungkas Diyan Anggraini. (MGN)