BI Cirebon Berharap PSBI Mendukung Pengembangan Ekonomi di Pesantren

Penyerahan bantuan dari BI Cirebon. (Foto: MGN)
Senin, 1 Juli 2019, 20:26 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi TPID Ciayumajakuning di Pondok Pesantren (Ponpes) Madinatunnajah, Kabupaten Kuningan, Senin (1/7/2019). Ponpes Madinatunnajah Kuningan sendiri merupakan salah satu penerima Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam cakupan program pengembangan ekonomi pesantren.

Sebagaimana diketahui bahwa Bank Indonesia memberikan perhatian khusus bagi perkembangan ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pesantren di lima wilayah kota/kabupaten Ciayumajakuning. Dalam kegiatan ini hadir Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda dan Kepala Departemen Ekonomi Syariah (DEKS) Kantor Pusat Bank Indonesia Suhaedi.

Baca juga : Gelar Bukber, Cirebon Power Terus Menjaga Kemitraan Dengan Insan Pers

Wabup mengapresiasi setiap upaya BI beserta dinas dan instansi yang tergabung dalam TPID Ciayumajakuning, sehingga pencapaian inflasi dan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga.

Sementara, Kepala DEKS Suhaedi mengatakan, terkait dengan ekonomi syariah yang saat ini berkembang dengan sangat pesat di Indonesia, maka pondok pesantren sebagai pusat pendidikan dan kegiatan agama Islam dapat dijadikan sebagai sarana bagi pengembangan ekonomi syariah.

Baca juga : Pemkot Cirebon Apresiasi TPID dan BI Bantu Warga Dapat Pangan Lebih Murah

"Untuk itu, Bank Indonesia memberikan perhatian khusus baik melalui regulasi maupun melalui program sosialnya untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di pesantren," kata Suhaedi.

Bank Indonesia Cirebon sendiri dalam acara ini secara simbolis menyerahkan 3 bantuan PSBI, yaitu bantuan dana untuk pengembangan sarana edukasi dan wisata syariah Ponpes Madinatunnajah Kuningan senilai Rp56.900.000. Kemudian, bantuan dana untuk sarana pengelolaan sampah Yayasan Ponpes KHAS Kempek senilai Rp47.000.000 dan bantuan dana Integrated Farming Ponpes Al Mukminien Indramayu senilai Rp113.000.000.

Baca juga : Ade Yasin Berharap Pengelolaan Sampah di Sentul Jadi Percontohan

Kepala KPw BI Cirebon M. Abdul Majid Ikram berharap, bantuan yang diberikan Bank Indonesia dapat menjadi stimulus bagi perkembangan ekonomi pesantren.

"Meski nilainya tidak besar, namun dukungan dan bimbingan yang dilakukan Bank Indonesia diharapkan akan dapat membuka peluang dan wawasan santri di ponpes untuk mengembangkan kapasitas dirinya, sehingga dapat mengubah lingkungan menjadi lebih bermanfaat," paparnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal