LampuHijau.co.id - Kepala Polda Jawa Barat Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi mendatangi rumah duka Kepala KUA Kecamatan Patrol, Tasdan (44) di Blok Desa Ranjeng, Desa Ranjeng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (30/6/2019).
Tasdan merupakan satu dari delapan korban kecelakaan Mobil Daihatsu Terios nopol E 1826 RA, yang ditabrak Kereta Api (KA) Jayabaya No. KA 144 di Perlintasan KA di KM143+1 daerah Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/6/2019).
Selain Tasdan, tujuh korban lainnya yakni Dian (36), istri Tasdan; Mukti (5), anak Tasdan; Turi Mulyani (52) dan Atmadja Akmal (8), warga Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu; Darmiati (8) dan Aldion Delimarta (19), warga Jakarta, serta janin berusia sekitar 6 bulan yang tak lain adalah anak dari Ny Dian, istri dari Tasdan.
Baca juga : Di Lokasi Laka Maut Terios vs KA Jayabaya Pernah Ada Kakak-Adik Tertabrak Juga
Saat ke rumah duka, Kapolda didampingi Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris MY Marzuki, Kasat Reskrim AKP Suseno Adi Wibowo, Kasat Lantas AKP Asep Nugraha, dan Kasat Intel AKP Sudiro. Kapolda juga kirim karangan bunga bela sungkawa.
Kapolda diterima kerabat, saudara, tetangga, dan anak Tasdan, Zulfa (10). Anak pertama Tasdan itu tak bisa menahan rasa sedihnya karena harus kehilangan keluarga tercintanya. Zulfa hanya menangis sambil dipangku salah satu kerabatnya.
Kapolda pun sempat mengelus kepala Zulfa, sebagai salah satu bentuk perhatian dan kepeduliannya.
Baca juga : Peduli Yatim dan Dhuafa, Polsek Widasari Gelar Bakti Sosial
"Kapoldanya bagus, responnya cepat," ucap teman kerja sekaligus teman dekat Dian, Ulwiyah.
Sementara, adik Tasdan, Kariman mengatakan para korban merupakan satu keluarga niatnya silaturahmi ke orang tua, karena kebetulan libur dan tidak kerja. Dari rumah orangtuanya, katanya, mereka mau jalan-jalan ke tempat wisata JPP. Hari itu, kata Kariman anak Tasdan, Zulfa tiba-tiba saja mengamuk saat diajak, padahal sudah sempat naik mobil. "Saat itu sudah naik mobil, tapi ngamuk," ucapnya.
Ia tak paham kenapa sampai Zulfa ngamuk, padahal biasanya kalau ada acara Zulfa sering ikut serta. "Maunya berada di sini (rumah) saja, dan minta uang jajannya ditambah," kata Kariman.
Baca juga : Rekapitulasi Rampung, Kapolsek Neglasari Kawal Pengiriman Kotak Suara
Semua keluarga, lanjutnya tidak ada firasat apapun. Hanya saja, tiba-tiba gigi sebelah kanan tanggal satu. Tasdan dan istrinya kini meninggalkan seorang anak, Zulfa. (MGN)